GATRABALI.COM, KARANGASEM – Ribuan warga dari Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan di Kabupaten Karangasem menyatakan dukungan bulat kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Mulia-PAS, dalam Pemilihan Gubernur Bali yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pratisantana Sira Arya Kanuruhan, I Wayan Geredeg, saat kampanye yang diadakan di kediamannya di Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Dalam pernyataannya, Geredeg menyebutkan bahwa di Karangasem terdapat sekitar 430 dadia Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan, dan perwakilan dari masing-masing dadia hadir untuk memberikan dukungan.
“Kita ingin sebuah pengakuan, agar jangan sampai mengakui ketika sudah memimpin. Untuk itu mari kita berbuat. Saya memiliki keyakinan penuh karena beliau sangat beretika dan terbuka,” kata Geredeg merujuk kepada Calon Gubernur Bali, Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah 6 Oktober 2024.
Geredeg juga berharap jika pasangan Mulia-PAS terpilih, mereka dapat melanjutkan program-program yang belum terselesaikan selama masa kepemimpinannya sebagai Bupati Karangasem. Beberapa program tersebut meliputi pengembangan dermaga Cruise, jalan Bypass Ida Bagus Mantra, serta penuntasan masalah air Telaga Waja untuk dinikmati seluruh masyarakat Karangasem.
Menanggapi dukungan tersebut, De Gadjah menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan air Telaga Waja. Ia menargetkan, jika diberi kepercayaan untuk memimpin Bali, akan menuntaskan masalah air bersih di Karangasem dalam dua tahun masa jabatannya.
“Kita akan perbaiki pipa dan melengkapi kekurangan yang ada. Saya pastikan air Telaga Waja bisa dimanfaatkan 100 persen, dan optimis bisa diselesaikan dalam dua tahun,” tegas Muliawan.
Lebih lanjut, De Gadjah juga menyoroti perlunya mengkaji kembali Peraturan Gubernur Bali mengenai tarif dasar air yang dianggap menyangkut kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa sumber daya alam harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Harusnya untuk rakyat tidak perlu seperti itu. Karangasem adalah daerah penghasil pasir, jadi jika jalannya rusak, itu sangat memalukan. Kita perlu bekerja sama untuk memperbaiki apa yang belum baik dan membangun Bali bersama-sama,” pungkas De Gadjah.(gb)