GATRABALI.COM, BULELENG – Upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan terus didorong melalui dunia pendidikan.
Hal tersebut tercermin dalam kegiatan “RISE for Nation: Pendidikan Sebagai Kunci Kebangkitan dan Solusi Sampah” yang digelar RISE-Talks Singaraja bersama SMKN 1 Kubutambahan di Aula Yayasan Dana Punia, Banyuning, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional itu dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra.
Dalam sambutannya, Ny. Wardhany memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan, generasi muda, dan masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sebatas seminar atau diskusi, namun menjadi bagian dari gerakan membangun kepedulian sosial melalui pendidikan dan aksi nyata.
Ia menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional saat ini perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan sampah.
“Pendidikan adalah kunci lahirnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial,” ujarnya.
Ny. Wardhany menilai persoalan sampah kini telah menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan bersama. Karena itu, perubahan perilaku harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga, sekolah, hingga komunitas.
“Kebangkitan sejati bukan hanya tentang wacana, tetapi tentang aksi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyampaikan bahwa pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak-anak agar lebih peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Ia mengatakan sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menanamkan kebiasaan positif, termasuk budaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dari sumbernya.
”Anak-anak harus dibiasakan memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama demi masa depan Bali yang lestari dan berkelanjutan,” ujar Ny. Putri Suastini Koster.
Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan. Dibutuhkan perubahan pola pikir serta edukasi berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri.
“Ketika kesadaran mengelola sampah tumbuh dari rumah dan sekolah, maka kita sedang membangun peradaban yang lebih bertanggung jawab terhadap alam dan kehidupan di masa depan,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan Bali.(adv/gb)





