spot_img
spot_img
BerandaBaliRitual Mepepada Agung Digelar di Bangli, Wabup Diar Tekankan Pelestarian Tradisi Jelang...

Ritual Mepepada Agung Digelar di Bangli, Wabup Diar Tekankan Pelestarian Tradisi Jelang Nyepi

GATRABALI.COM, BANGLI – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Bangli kembali menggelar upacara Bhakti Mepepada Agung Wewalungan di kawasan Catus Pata Bangli, Selasa (17/3/2026).

Ritual ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Tawur Agung Kesanga yang sarat makna spiritual.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Majelis Desa Adat, serta tokoh umat Hindu dari PHDI dan WHDI Kabupaten Bangli.

Baca Juga  Polsek Kuta Sidak Penduduk Non-Permanen di Kelurahan Benoa, Jelang Konfrensi WWF 2024

Dalam prosesi ini, dilakukan penyucian terhadap berbagai hewan yang akan digunakan sebagai sarana upacara. Ritual Mepepada Agung diyakini memiliki nilai filosofis untuk menyucikan roh hewan (wewalungan) agar mencapai peningkatan derajat dalam siklus kehidupan selanjutnya.

Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba Tajung dari Griya Bukit Bangli. Seluruh hewan yang menjadi bagian dari upacara diarak mengelilingi titik perempatan sebagai simbol keseimbangan antara unsur alam dan kehidupan.

Baca Juga  Bupati Jembrana: Melasti Simbol Penyucian Diri dan Alam Menuju Kedamaian Nyepi

Adapun jenis hewan yang dilibatkan cukup beragam, mulai dari kerbau, sapi muda, kambing, hingga berbagai jenis unggas dan hewan lainnya yang memiliki makna simbolis dalam pelaksanaan yadnya.

Wakil Bupati I Wayan Diar menegaskan bahwa pelaksanaan upacara ini tidak hanya menjadi tradisi rutin, tetapi juga wujud nyata kebersamaan dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Baca Juga  Sekda Bangli Ajak Desa Dinas dan Adat Bersatu, KKDMP Ditarget Rampung Sesuai Tenggat

“Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga adat dan tradisi agar tetap lestari. Kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan kehidupan, baik secara sekala maupun niskala,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan ritual ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap terpelihara dan mampu memperkuat harmoni kehidupan menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments