spot_img
spot_img
BerandaBaliSampah Horeka Capai 45,5 Persen, Bupati Badung Minta Langkah Konkret Pelaku Usaha

Sampah Horeka Capai 45,5 Persen, Bupati Badung Minta Langkah Konkret Pelaku Usaha

GATRABALI.COM, DENPASAR – Upaya mempercepat penanganan sampah di Bali terus diperkuat melalui sinergi pemerintah dan pelaku usaha.

Salah satunya diwujudkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Sampah di Provinsi Bali yang digelar di Hotel The Meru, Sanur, Selasa (9/6/2026), dengan fokus pada peningkatan keterlibatan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir dalam forum tersebut bersama sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat.

Turut mengikuti kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, perwakilan pelaku usaha pariwisata, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Dalam arahannya, Menteri Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanganan sampah memerlukan langkah bersama yang terukur dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah pusat mendorong penyusunan strategi yang jelas guna mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Bali.

Baca Juga  Gerak Bersama Tangani Sampah Laut, Pemkab Badung Terima Penghargaan Kalpataru

“Kami dari Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan arahan dan solusi bagi pemerintah daerah agar segera keluar dari permasalahan ini. Kita harus duduk bersama, menyusun roadmap, dan memperkuat regulasi sehingga persoalan sampah dapat segera ditangani,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa memaparkan kondisi persampahan di Kabupaten Badung yang setiap harinya menghasilkan sekitar 867,1 ton sampah. Dari total tersebut, sektor Horeka menyumbang sekitar 45,5 persen, sementara sisanya berasal dari aktivitas rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di Badung saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan pola lama yang hanya berfokus pada pengumpulan dan pembuangan. Pengembangan fasilitas pengolahan sampah di tingkat desa menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Baca Juga  Jembrana Siapkan Generasi Juara, 84 Tim Berlaga di E-Sports Major 2024

“Dari total timbulan sampah di Badung, sekitar 660 ton per hari sudah terkelola. Hal ini didukung oleh keberadaan TPST 3R di sebagian besar desa, serta pemanfaatan incinerator yang kini diperbolehkan untuk membantu penanganan sampah,” ungkapnya.

Menurut Adi Arnawa, tingkat pemilahan sampah di Kabupaten Badung saat ini telah mencapai sekitar 76 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, khususnya terkait pengelolaan sampah oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan pelaku usaha Horeka.

Ia menilai sebagian pengelola belum memiliki fasilitas pengolahan yang memadai sehingga sampah yang dikumpulkan masih banyak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung tanpa melalui proses pengolahan optimal.

“Jika kondisi ini tidak diperbaiki, maka permasalahan sampah tidak akan pernah selesai. Penanganan harus dimulai dari hulu, termasuk mendorong sektor Horeka untuk mengelola sampah secara mandiri, bukan hanya mengandalkan sistem angkut dan buang,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga  Buleleng Festival 2025, Kolaborasi Budaya, UMKM dan Digitalisasi untuk Masa Depan

Karena itu, sektor Horeka dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pengurangan timbulan sampah. Melalui pengelolaan yang dilakukan sejak dari sumber, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Bupati Badung berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah nyata yang dapat segera diterapkan oleh seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha. Dengan komitmen bersama, sistem pengelolaan sampah di Bali diharapkan semakin efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap ada komitmen bersama untuk memerangi sampah, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA Suwung dapat ditekan dan hanya menyisakan residu,” pungkasnya.(nov/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments