spot_img
spot_img
BerandaBaliSastra untuk Bangsa, DAPD Buleleng Perkuat Budaya Literasi Lewat Bedah Buku

Sastra untuk Bangsa, DAPD Buleleng Perkuat Budaya Literasi Lewat Bedah Buku

GATRABALI.COM, BULELENG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk “Cinta Tidak Kenal Takut” karya Putu Satria Kusuma, Selasa, 17 Juni 2025Hari Lahir Pancasila.

Acara berlangsung di Wantilan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Singaraja, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga pegiat literasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif DAPD Buleleng untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kualitas literasi di kalangan generasi muda. Melalui bedah buku, peserta diajak untuk memahami lebih dalam nilai-nilai keberanian, cinta, dan pengorbanan yang menjadi benang merah dalam buku tersebut.

Baca Juga  100 Siswa SD-SMP di Kabupaten Buleleng Ikuti Lomba Menggambar Tokoh Rai Serimben

Sastrawan sekaligus akademisi Buleleng, Kadek Sonia Piscayanti, hadir sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa “Cinta Tidak Kenal Takut” bukan sekadar kumpulan cerita cinta, melainkan refleksi spiritual atas keberanian mencintai dan menghadapi tantangan hidup.

“Literasi tidak hanya soal membaca, tapi bagaimana kita mampu meresapi nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam sebuah karya,” kata Sonia dalam pemaparannya.

Menurutnya, proses kreatif dalam menulis memerlukan pemahaman mendalam dan ketekunan. Ia berharap buku ini dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk berpikir kritis dan berani mengekspresikan diri melalui tulisan.

Baca Juga  Peningkatan Partisipasi di Pilkada 2024 Jadi Bukti Antusiasme Warga Buleleng

Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini, menyampaikan bahwa bedah buku merupakan program strategis untuk mendorong literasi berbasis nilai. Ia juga mengapresiasi semangat peserta yang datang dari berbagai latar belakang, termasuk pustakawan, guru, dan komunitas literasi.

“Kegiatan ini bukan hanya membaca, tetapi juga memahami dan memaknai. Buku ini mengajarkan kita arti cinta yang penuh pengorbanan dan keberanian menghadapi realitas kehidupan,” ujarnya.

Baca Juga  Puncak Peringatan Bulan Bung Karno Ditutup Secara Resmi, Pj Lihadnyana Sampaikan ini

Penulis buku, Putu Satria Kusuma, turut membagikan kisah perjalanannya dalam menulis. Ia mengungkapkan bahwa buku ini merupakan hasil perenungan panjang dan didedikasikan untuk mereka yang berani mencintai meski dalam kondisi sulit.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang makna-makna yang terkandung dalam buku.

Menutup kegiatan, Kadis DAPD berharap bedah buku ini bisa menjadi momentum untuk membangun generasi literat yang empatik dan kreatif. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung gerakan literasi demi masa depan bangsa yang lebih cerdas.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments