GATRABALI.COM, JAWA TIMUR – Piodalan Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung disambut suka cita oleh umat Hindu se-Indonesia. Bakti Penganyar dari berbagai wilayah pun tangkil ke pura yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dari wilayah paling utara Pulau Bali, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, memimpin jajaran Bakti Penganyar yang tangkil pada Senin 22 Juli 2024.
Ratusan orang Bakti Penganyar Kabupaten Buleleng bertolak dari Kota Singaraja sejak kemarin pagi menggunakan lima unit bus. Rombongan ini terdiri dari perangkat daerah, BUMD, dan tokoh masyarakat. Perjalanan selama 10 jam dilalui dengan lancar dan tanpa hambatan berarti.
Setelah istirahat semalam, persembahyangan bersama dilaksanakan pada pagi hari, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Karang Ngenjung dari Gria Gede Keniten Ngenjung Selat Duda, Kabupaten Karangasem.
Membuka persembahyangan bersama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Nyonya Dewi Suyasa, ngaturang ayah bersama jajarannya membawakan Tari Rejang Renteng.
Selain tangkil dan melakukan persembahyangan bersama, Bakti Penganyar Kabupaten Buleleng juga menyerahkan punia senilai 100 juta rupiah berupa banten, sarana upakara, dan lainnya kepada Pura Mandara Giri Semeru yang diterima oleh Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lumajang, Teguh Widodo.
Sekadar informasi, Upacara Piodalan Panca Wali Krama ini diadakan setiap 10 tahun sekali, serangkaian juga dengan upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, dan Pengusaban. Pelaksanaannya telah dimulai sejak tanggal 8 Mei lalu dan akan diakhiri pada tanggal 4 Agustus 2024.(adv/gb)





