GATRABALI.COM, BADUNG – Pusat Gempa Bumi Regional III (Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III) mencatat, sebanyak 547 rangkaian gempa bumi tektonik guncang wilayah Bali selama 2025.
Kegempaan terjadi disebabkan adanya aktifitas sesar aktif di daratan Pulau Bali, hal ini disampaikan, Akram Mujahid, PMG Muda Pusat Gempa Bumi Regional III,
“Selama Tahun 2025 kami telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 547 kejadian khususnya di wilayah Bali, dengan 10 kejadian gempa bumi dirasakan”, jelasnya, kemarin malam, Minggu,(11/1/2026) di Badung.
Dirinya mengatakan, rentanan besaran guncangan gempa mulai, 1.1 hingga sebesar 5.4 Magnitudo yang sempat mengguncang wilayah Bali per 2025.
“Magnitudo minimal, yaitu 1.1 pada 01 Maret 2025, serta Magnitudo Maksimum yaitu 5.4 pada tanggal 17 April 2025”, ujarnya.
Dirinya menyebutkan, sebaran kejadian gempa bumi terjadi selama periode 2025 terjadi di wilayah, Utara Pulau Bali hingga di wilayah Perairan Selat Bali, rata-rata disebabkan oleh adanya aktifitas sesar aktif di daratan Pulau Bali.
“Untuk sebaran kejadian gempa bumi terjadi selama periode Tahun 2025 bisa di katakan tersebar, terjadi baik mulai dari wilayah Utara Pulau Bali yaitu Kabupaten Buleleng seperti Kecamatan Seririt, , Utara bagian Laut Kabupaten Karangasem, Wilayah Selatan pada Kabupaten Kuta Utara, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Untuk Kegempaan ini disebabkan oleh adanya aktifitas sesar aktif di daratan Pulau Bali (Pramana, 2023) serta di wilayah Perairan Selat Bali Bagian Selatan yang juga disebabkan karena adanya aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia dibawah Lempeng Eurasia”, paparnya.
Dirinya menyebut, Rangkaian ktivitas kejadian gempa bumi selama periode 2025 di wilayah Bali dalam kondisi normal.
“Aktivitas kejadian gempa bumi selama periode 2025 bisa dibilang normal, namun keakuratan dalam melakukan analisa dan pengolahan data gempa bumi juga di dukung dengan penambahan jumlah sensor pencatat gempa yang makin rapat, sehingga bahkan kejadian gempa bumi yang kecil seperti Magnitudo 1,1 dapat dianalisa”, tutup Akram.(gun/gb)





