spot_img
spot_img
BerandaBaliSoroti Isu-isu Strategis, Dinas DLH Buleleng Gelar Konsultasi Publik terkait Tujuan Pembangunan...

Soroti Isu-isu Strategis, Dinas DLH Buleleng Gelar Konsultasi Publik terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

GATRABALI.COM, BULELENG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng menggelar konsultasi publik untuk mengumpulkan data terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan menyorot isu-isu strategis.

Acara ini berlangsung di ruang rapat Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng pada Senin, 13 November 2023, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Kehutanan Provinsi, seluruh Camat, BUMD, dan tokoh masyarakat, serta seluruh perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Membuka kegiatan, Kepala Dinas DLH, Gede Melandrat, menekankan pentingnya pelaksanaan kajian lingkungan hidup sebelum memutar roda pembangunan di daerah. Sebab, kajian lingkungan hidup inilah yang menjadi indikator penentu keberlanjutan pembangunan di daerah.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Dapat Apresiasi Kementerian HAM RI atas Penanganan Cepat Kasus di Panti Asuhan
Kepala Dinas DLH, Gede Melandrat saat membuka konsultasi publik untuk mengumpulkan data terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
Kepala Dinas DLH, Gede Melandrat saat membuka konsultasi publik untuk mengumpulkan data terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Sumber foto: Kominfosanti Buleleng

Memproyeksikan 20 tahun ke depan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Melandrat mengatakan bahwa setiap lima tahun akan ada evaluasi dan revisi RPJMD, yang akan menjadi landasan untuk RPJPD. Gede Melandrat juga menggarisbawahi urgensi kajian lingkungan hidup strategis sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.

“Payung hukum utamanya adalah UU 32, di mana kajian lingkungan hidup menjadi dasar perencanaan pembangunan. Melalui peraturan-peraturan seperti PP No. 46 Tahun 2016, Permendagri No. 86 Tahun 2017, dan Permendagri No. 7 Tahun 2018, diwajibkan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis sebagai bagian integral dari perencanaan,” ungkapnya.

Baca Juga  Dominasi Buleleng di Porprov, Tenis Lapangan Kembali Persembahkan Juara Umum

Melandrat juga menyoroti 220 isu yang menjadi pijakan dalam kajian tersebut. Menurutnya, identifikasi isu-isu ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa pembangunan di masa depan dapat berjalan sesuai rencana.

“Isu-isu ini akan menjadi bagian strategis dan prioritas dalam RPJPD, sebagai landasan pembangunan jangka panjang,” tambahnya.

Dengan adanya 17 isu strategis pembangunan nasional, Gede Melandrat berharap bahwa hasil kajian ini akan menjadi panduan yang kuat bagi Bupati terpilih pada tahun 2025.

Baca Juga  Seminar Bedah Buku Usada Bali Menegaskan Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan

“Harapan kita adalah agar rencana yang disusun hari ini tetap menjadi acuan kepala daerah terpilih dalam memimpin Kabupaten Buleleng ke depannya,” pungkasnya. (adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments