spot_img
BerandaBaliTanggapi Laporan Kerusakan Kendaraan, Gubernur Bali Minta Pertamina Tindaklanjuti Aduan Terkait Pertalite

Tanggapi Laporan Kerusakan Kendaraan, Gubernur Bali Minta Pertamina Tindaklanjuti Aduan Terkait Pertalite

GATRABALI.COM, DENPASAR — Sejumlah laporan masyarakat terkait gangguan pada mesin kendaraan yang diduga akibat penggunaan bahan bakar jenis Pertalite di beberapa SPBU di Bali langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Bali.

Menanggapi isu ini, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan perlunya investigasi teknis yang transparan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, agar tidak terjadi kepanikan yang tidak berdasar di masyarakat.

“Setiap pengaduan masyarakat harus dihargai. Namun untuk mengambil kesimpulan, harus melalui proses riset yang valid dan objektif. Kita tidak bisa serta-merta menyalahkan bahan bakar tanpa bukti ilmiah,” ujar Koster saat menerima jajaran Pertamina di kediaman resmi Gubernur, Jayasabha, Denpasar, Minggu (29/6/2025).

Baca Juga  TP PKK Jembrana Salurkan Punia Sembako untuk Para Pemangku di Kabupaten Jembrana

Ia juga meminta agar perbandingan data pengguna dan jumlah kasus dilakukan secara menyeluruh, untuk memastikan proporsionalitas masalah.

Di sisi lain, Pertamina melalui Endo Eko Satryo, Sales Area Manager Retail Bali, memastikan bahwa langkah verifikasi telah dilakukan sejak pertama kali laporan muncul, yakni dari unggahan bengkel di Gianyar pada pertengahan Juni.

Endo menyebut bahwa pengambilan sampel dilakukan tidak hanya di kendaraan konsumen, tetapi juga di SPBU dan terminal distribusi Pertamina. Sebanyak 50 sampel BBM telah dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.

Baca Juga  Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Jajaran Korem 163/Wira Satya

“Hasil awal menunjukkan tidak ada penyimpangan kualitas di SPBU maupun depot. Namun kami tetap mendalami kasus dari sisi konsumen. Kami bertanggung jawab, termasuk mendampingi proses perbaikan kendaraan,” jelasnya.

Sampai saat ini, sebanyak 84 kendaraan dilaporkan terdampak, dan 20 unit telah menerima penanganan, seperti penggantian filter bahan bakar. Sebagai bentuk respons cepat, Pertamina bekerja sama dengan 31 bengkel dan menyiagakan layanan khusus di 103 SPBU di seluruh Bali.

Dalam konteks kebijakan energi secara menyeluruh, Gubernur Koster kembali menyuarakan pentingnya mempercepat transisi dari energi fosil ke energi bersih dan terbarukan.

Baca Juga  Turyapada Tower Hadirkan 22 Channel TV Digital, Warga Bali Utara: Kini Tak Lagi Blank Spot

Melalui Pergub No. 45 Tahun 2019, Pemprov Bali mendorong pemanfaatan tenaga surya, kendaraan listrik, dan gas alam, sebagai langkah nyata menuju kemandirian energi dan pelestarian lingkungan. Koster menegaskan bahwa arah kebijakan ini merupakan bagian dari visi besar “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Bali tidak bisa terus bergantung pada energi impor. Kita butuh solusi lokal yang bersih, berkelanjutan, dan mendukung sektor pariwisata ramah lingkungan,” ujarnya.

Langkah-langkah konkret seperti pemasangan panel surya di gedung pemerintahan, hotel, dan tempat usaha, serta penguatan infrastruktur kendaraan listrik, tengah dikejar sebagai bagian dari misi energi hijau Bali.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments