GATRABALI.COM, DENPASAR – Astra Motor Bali kembali menggelar Technical Skill Contest (TSC) 2026 pada Sabtu, 6 Juni 2026 sebagai ajang untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi teknisi dan service advisor (SA) Honda di seluruh jaringan AHASS di Bali.
Melalui proses seleksi berjenjang yang ketat, sebanyak 834 teknisi dari berbagai daerah di Bali disaring hingga menghasilkan delapan finalis terbaik yang berhak tampil pada final tingkat regional Bali.
Technical Service Department (TSD) Astra Motor Bali, I Gusti Ngurah Palguna, mengatakan proses penjaringan dilakukan secara menyeluruh terhadap teknisi dan service advisor yang bertugas di AHASS, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok daerah.
“Melalui penjaringan yang kita lakukan di seluruh daerah, bengkel-bengkel yang ada di seluruh Bali, melalui seleksi yang ketat, dari hampir 834 teknisi yang ada di Bali kita lakukan filtrasi beberapa kali hingga akhirnya muncul delapan finalis terbaik yang mengikuti final regional Bali. Begitu pula untuk service advisor, akhirnya muncul delapan besar finalis untuk kesempatan kali ini,” ujarnya.
Menurut Palguna, Technical Skill Contest bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan menjadi sarana kalibrasi standar operasional kerja teknisi dan service advisor Honda agar tetap seragam di seluruh jaringan AHASS.
“Ajang ini merupakan kalibrasi pertama, bagaimana mengkalibrasi standar operasional kerja teknisi dan service advisor kita, bagaimana melayani konsumen dan melakukan perawatan sepeda motor Honda sehingga tetap memberikan layanan terbaik kepada konsumen,” katanya.
Dalam kompetisi tahun ini, para teknisi menghadapi sejumlah tahapan penilaian yang dirancang untuk menguji kemampuan secara menyeluruh. Peserta harus melewati tes teori, troubleshooting, praktik meja untuk pengukuran komponen, hingga pengujian menggunakan alat diagnostic melalui step test.
“Kalau teknisi akan mengikuti tes teori, kemudian masuk ke pos troubleshooting, lalu praktik meja untuk pengukuran dan ada juga pengujian menggunakan step test. Jadi kemampuan mereka benar-benar diuji dari berbagai aspek,” jelas Palguna.
Sementara itu, para service advisor diuji melalui sejumlah simulasi yang menggambarkan kondisi nyata saat melayani konsumen di bengkel. Penilaian dilakukan melalui role play pelayanan, technical interview, hingga kemampuan menerjemahkan keluhan pelanggan menjadi informasi teknis yang dapat ditindaklanjuti teknisi.
Menurut Palguna, service advisor memiliki peran penting sebagai penghubung antara konsumen dan teknisi. Karena itu, kemampuan komunikasi dan pemahaman teknis menjadi aspek utama yang dinilai dalam kompetisi.
“Service advisor ini menjadi jembatan antara konsumen dan teknisi. Mereka harus mampu menerjemahkan apa yang disampaikan konsumen ke dalam bahasa teknis sehingga teknisi dapat memahami permasalahan yang terjadi pada sepeda motor dan melakukan perbaikan dengan tepat,” katanya.
Pada kategori service advisor, penilaian mencakup role play pelayanan sesuai standar operasional Honda dengan bobot sekitar 40 persen. Selain itu terdapat technical interview yang memiliki porsi penilaian sekitar 20 persen untuk mengukur kemampuan analisis teknis peserta berdasarkan keluhan yang disampaikan konsumen.
Di sisi teknisi, peserta juga diuji melalui simulasi troubleshooting dengan kasus kerusakan yang telah disiapkan tim juri. Mereka dituntut mampu menemukan sumber masalah dan mengembalikan fungsi sepeda motor secara normal sesuai prosedur perbaikan Honda.
Melalui Technical Skill Contest 2026, Astra Motor Bali berharap dapat terus menjaga kualitas sumber daya manusia di jaringan AHASS sekaligus memastikan konsumen Honda mendapatkan standar layanan yang sama di seluruh wilayah Bali.
“Dengan semangat Satu Hati, kami ingin memastikan teknisi dan service advisor Honda di Bali memiliki kompetensi yang terus terjaga sehingga mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada seluruh konsumen,” tutup Palguna.(ri/gb)





