GATRABALI.COM, DENPASAR – Turnamen bola basket Walikota Cup ke-16 Tahun 2026 resmi digelar pada 13–15 Maret 2026. Ajang ini menjadi salah satu upaya pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Denpasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Kejuaraan yang memperlombakan format 3×3 ini diikuti oleh 14 klub binaan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kota Denpasar. Secara keseluruhan, terdapat 123 tim yang berpartisipasi dengan total 492 atlet muda, mengingat setiap tim terdiri dari tiga pemain inti dan satu pemain cadangan.
Ketua Umum KONI Denpasar, Putu Yudi Atmika, yang membuka langsung turnamen tersebut menegaskan bahwa kompetisi seperti Walikota Cup memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pembibitan atlet basket di daerah.
Menurutnya, kejuaraan yang rutin digelar akan menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus memunculkan talenta baru setiap tahunnya.
“Harapan kami tentu pembibitan atlet basket terus berlanjut sehingga tidak terputus. Setiap tahun harus ada atlet muda yang muncul, baik dari usia dini maupun atlet yang siap berprestasi. Dengan adanya Walikota Cup ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya saat diwawancarai usai pembukaan turnamen pada Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PERBASI Denpasar maupun Bali yang selama ini aktif mendukung pembinaan atlet. Sinergi antara organisasi olahraga dan klub-klub pembinaan dinilai sangat penting untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum PERBASI Bali, Gede Wahyu Surya Putra, menyebut Kota Denpasar selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga bola basket di Bali. Hal tersebut terlihat dari banyaknya klub pembinaan yang berkembang di ibu kota provinsi tersebut dibandingkan daerah lain.
“Denpasar memang menjadi barometer pembinaan bola basket di Bali. Klub pembinaan di Denpasar jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain, sehingga bagi kami di PERBASI Bali tentu lebih mudah memiliki stok atlet yang besar dari Denpasar, meskipun kabupaten lain juga turut berkontribusi,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PERBASI Kota Denpasar, I Made Susila Darma, mengatakan Walikota Cup merupakan salah satu program awal kepengurusan PERBASI Denpasar periode 2025–2029. Turnamen ini menjadi langkah awal untuk menggairahkan kembali agenda kompetisi basket di Kota Denpasar.
Ia menjelaskan bahwa setelah Walikota Cup, pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda kejuaraan lainnya. Salah satunya adalah turnamen 5 on 5 bertajuk PERBASI Denpasar Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Selain itu, pada bulan September mendatang juga akan digelar kejuaraan basket untuk kategori usia 18 tahun ke atas.
“Pesertanya merupakan klub-klub binaan PERBASI Denpasar. Saat ini ada 14 klub yang aktif membina atlet usia 8 sampai 16 tahun dengan total sekitar 123 tim yang terlibat dalam pembinaan,” katanya.
Selain melibatkan ratusan atlet muda, turnamen ini juga didukung oleh 16 orang perangkat pertandingan dan wasit, serta 10 orang panitia yang bertugas selama pelaksanaan kompetisi.
Meski demikian, Susila Darma mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan kompetisi, khususnya terkait ketersediaan venue pertandingan. Saat ini fasilitas olahraga yang ada harus digunakan secara bergantian dengan cabang olahraga lain sehingga beberapa kejuaraan membutuhkan waktu pelaksanaan yang lebih panjang.
Tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, PERBASI Denpasar juga berupaya meningkatkan kualitas dan jumlah perangkat pertandingan. Saat ini terdapat sekitar tujuh wasit aktif di Denpasar. Untuk menambah jumlah tersebut, pihaknya akan menggelar penataran wasit baru pada 9 April 2026 bekerja sama dengan Universitas PGRI Mahadewa sebagai lokasi kegiatan.
Melalui berbagai program kompetisi dan pembinaan tersebut, PERBASI Denpasar berharap perkembangan olahraga bola basket di kota ini tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga mampu mendorong terbentuknya ekosistem industri olahraga yang lebih luas.
“Kami berharap olahraga ini bisa menjadi sport industry yang menghidupi banyak pihak, mulai dari pelatih, wasit, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan olahraga. Dengan banyaknya kejuaraan, ekosistem basket di Denpasar bisa semakin berkembang,” pungkas Susila Darma. (dx/gb)





