GATRABALI.COM, JEMBRANA – Tiga siswa dari Kabupaten Jembrana yang berhasil lolos mewakili Bali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024, menemui Bupati Jembrana I Nengah Tamba di kediaman resmi Bupati, Banjar Peh, Desa Kaliakah, pada Rabu, 24 Juli 2024.
Ketiga siswa ini akan berkompetisi di ajang bergengsi yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Agustus mendatang.
Ketiga siswa yang akan berlaga di OSN adalah I Made Wahyu Bimantara dari SMP 1 Negara, yang akan mengikuti olimpiade matematika, Zaidan Arrafisqy dari SD 2 Lateng yang akan berkompetisi dalam bidang biologi, serta I Putu Elgio Surya Dewangga dari SDK Marsudirini, yang juga akan mengikuti olimpiade matematika. Kompetisi ini merupakan salah satu kegiatan sains terbesar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, memberikan semangat dan motivasi kepada ketiga siswa tersebut.
“Ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa. Berhasil mewakili Jembrana ke ajang nasional adalah hasil dari proses dan kerja keras yang tidak mudah,” ungkap Bupati Tamba.
Bupati Tamba juga menegaskan keyakinannya bahwa para siswa dari Jembrana akan menunjukkan prestasi terbaik mereka di tingkat nasional.
“Saya yakin kalian akan harumkan nama Jembrana di tingkat nasional dan mengalahkan pesaing-pesaing lainnya,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa OSN adalah kompetisi berjenjang yang dimulai dari seleksi tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
“Kita patut berbangga karena tiga siswa dari Jembrana berhasil mewakili Bali di OSN 2024,” ujarnya.
Anom Saputra juga menginformasikan jadwal persiapan para siswa, yang akan mengikuti karantina mulai 30 Juli hingga 3 Agustus. Pada 4 Agustus, mereka akan melakukan persiapan akhir sebelum berangkat ke Jakarta pada 5 Agustus untuk cek-in dan registrasi.
“Pembukaan OSN dijadwalkan pada 6 Agustus, dan kegiatan akan berlangsung pada 7, 8, dan 9 Agustus,” jelasnya.
OSN adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek, dengan biaya pelaksanaan ditanggung oleh kementerian, sementara biaya pemberangkatan siswa dari Bali ditanggung oleh pemerintah provinsi.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah dicapai oleh siswa-siswa ini dan berharap mereka dapat membawa pulang kemenangan untuk Bali,” pungkas Anom Saputra. (gus/gb)





