GATRABALI.COM, JEMBRANA – Sebanyak ratusan guru dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) yang tergabung dalam komunitas Guru Penggerak di Kabupaten Jembrana mengikuti Training of Trainers (ToT) bertajuk “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank Indonesia Provinsi Bali dan dibuka secara resmi oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) I Gusti Putu Anom Saputra di Universitas Triatma Mulya pada Rabu, 18 September 2024.
Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H Panjaitan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memastikan para guru di Jembrana dapat memberikan edukasi yang tepat kepada siswa mengenai mata uang rupiah.
“Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat dapat membedakan antara uang asli dan uang palsu, serta memahami cara merawat uang,” ujar Linda.
Linda juga menjelaskan bahwa salah satu fokus dari pelatihan ini adalah teknik perawatan uang untuk memperpanjang masa edar rupiah.
“Dengan merawat uang dengan baik, kita dapat mengurangi jumlah uang yang harus dimusnahkan dan, pada gilirannya, mengurangi biaya pencetakan uang. Ini juga berperan dalam perencanaan pencetakan uang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Linda menekankan pentingnya merawat uang sebagai bagian dari menjaga kedaulatan negara, karena mata uang rupiah adalah simbol kedaulatan.
“Setiap warga negara harus menghormati dan merawat uang rupiah. Pengetahuan ini akan diajarkan kepada guru dan diteruskan kepada siswa mereka,” lanjutnya.
Bupati I Nengah Tamba mengapresiasi kegiatan ToT yang diadakan oleh Bank Indonesia, menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat penting untuk pendidikan siswa.
“Ini merupakan bagian dari tugas pendidik untuk memahamkan siswa mengenai uang rupiah,” ucap Bupati Tamba.
Dia juga menilai pelatihan ini sejalan dengan kurikulum Merdeka Belajar, di mana mata uang rupiah merupakan simbol kedaulatan negara.
“Dengan mencintai rupiah, kita juga mencintai bangsa. Pengetahuan ini mendukung pengembangan profil pelajar Pancasila dan kurikulum kewirausahaan yang harus ditanamkan sejak dini,” jelasnya.
Sekitar 200 guru menghadiri pelatihan ini. Bupati Tamba berharap para peserta dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada kelompok masing-masing.
“Kami berharap guru yang telah mengikuti ToT ini dapat menjadi narasumber dan instruktur di kelompok mereka, serta mengimplementasikan ilmu ini ke orang lain,” tandasnya. (gus/gb)





