GATRABALI.COM, KARANGASEM – Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan terdampar dalam kondisi mati di Pantai Banyuning, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
Laporan dari masyarakat yang diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melalui Resor KSDA Karangasem pukul 09.00 WITA segera ditindaklanjuti oleh tim setempat.
Tim Resor KSDA Karangasem yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal dan memastikan paus telah mati. Upaya penanganan bangkai paus sempat terhambat hingga pukul 19.00 WITA akibat sulitnya akses menuju lokasi yang tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Kondisi hujan deras dan minimnya pencahayaan memaksa tim menghentikan sementara proses penanganan pada pukul 20.00 WITA.
Penanganan dilanjutkan pada Senin, 18 November 2024, oleh BKSDA Bali bersama sejumlah pihak, termasuk Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, POLAIR Karangasem, BPBD Karangasem, dan masyarakat setempat.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, dalam keterangan tertulisnya menyebut paus tersebut merupakan spesies Paus Sperma berjenis kelamin jantan dengan ukuran panjang 12,65 meter, lebar 2,2 meter, dan berat diperkirakan 2-3 ton.
“Berdasarkan hasil nekropsi fisik, bangkai paus ditemukan dalam kondisi tidak lengkap. Rahang bagian bawah terpotong, sirip punggung dan pangkal ekor terpotong, serta sirip kiri mengalami patah. Diperkirakan paus ini telah mati lebih dari 24 jam sebelum ditemukan,” jelas Ratna.
Dengan mempertimbangkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan mamalia laut terdampar, bangkai paus tersebut dikuburkan di lokasi terdampar pada pukul 13.30 WITA, Senin, 18 November 2024. Proses penguburan disaksikan oleh pihak terkait dan masyarakat setempat.
Ratna Hendratmoko mengapresiasi masyarakat Desa Bunutan yang sigap melaporkan keberadaan paus terdampar dan turut membantu penanganan. Ia juga mengimbau masyarakat di seluruh Bali untuk segera melaporkan keberadaan paus atau mamalia laut besar lainnya yang terdampar, baik hidup maupun mati, kepada Balai KSDA Bali setempat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penanganan ini. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait sangat penting untuk memastikan penanganan mamalia laut yang terdampar dapat dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur,” tutupnya.(gun/gb)





