GATRABALI.COM, DENPASAR – Upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat penanganan sampah terus digiatkan melalui program Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS).
Pada Minggu, 18 Mei 2025, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Rentin, memimpin rapat koordinasi daring untuk mematangkan strategi pelaksanaan program tersebut.
Rapat diikuti oleh berbagai instansi dan tim percepatan, dengan fokus pembahasan pada sosialisasi Gerakan Bali Bersih Sampah dan rencana pelaksanaan webinar sebagai langkah awal edukasi ke masyarakat.
“Gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan plastik sekali pakai dapat diterapkan secara masif di seluruh lapisan masyarakat,” tegas Made Rentin.
Ia juga menekankan pentingnya peran lingkungan terkecil, seperti rumah tangga dan kantor, dalam pengelolaan sampah. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pembangunan teba modern, tempat pengolahan sampah organik yang dibangun di pekarangan tanpa dasar semen untuk mempercepat proses penguraian alami.
Sebagai bagian dari strategi penyadaran publik, Rentin mengusulkan penyelenggaraan Webinar Mayor dan Minor oleh masing-masing sektor, agar edukasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran.
Webinar ini akan menjadi sarana memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Koordinator Pokja Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Ni Luh Riniti Rahayu, menyampaikan bahwa webinar akan menyasar sebelas sektor strategis, termasuk sektor pendidikan dasar-menengah, pendidikan tinggi, dan kesehatan.
“Kami juga mendorong agar webinar disiarkan secara terbuka melalui YouTube, sehingga bisa menjangkau lebih banyak audiens,” jelasnya.
Rangkaian webinar ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan perangkat daerah yang hadir. Webinar Mayor perdana dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei, dengan menghadirkan Ny. Putri Suastini Koster sebagai Duta PSBS PADAS bersama sejumlah pejabat terkait.
Langkah ini menjadi awal penting menuju perubahan perilaku masyarakat Bali dalam menangani sampah sejak dari sumbernya, demi menjaga kesucian dan keharmonisan alam Pulau Dewata.(gus/gb)





