GATRABALI.COM, DENPASAR – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Denpasar, Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, memimpin langsung rombongan Bunda PAUD dari seluruh kecamatan dan desa/kelurahan se-Kota Denpasar dalam kegiatan studi komparatif ke Kota Administrasi Jakarta Pusat, Rabu, 21 Mei 2025.
Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 23 Mei 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan Tahun 2025.
Rombongan yang terdiri dari 64 peserta tersebut turut didampingi oleh Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua PP PAUD Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, serta Plt. Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Andika.
Rombongan diterima secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ny. Witri Yenny Arifin, bersama Kabag Kesra Jakarta Pusat Ahmad Juhandi dan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPMI, Mulawarman Hanase, di Kelompok Bermain Istiqlal.
Selain KB Istiqlal, lokasi studi lainnya mencakup Tempat Bermain Anak (TPA) Negeri Bale Bermain Balaikota, TK Mini Pak Kasur, dan TK Negeri Besuki. Di masing-masing lokasi, peserta studi komparatif mengamati langsung pola pembelajaran, aktivitas bermain, dan pengasuhan anak yang diterapkan sejak usia 2 tahun.
Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyatakan kekagumannya terhadap pola pendidikan yang diterapkan di lembaga-lembaga tersebut. Menurutnya, pendekatan yang menyeluruh dan profesional dapat menjadi role model yang ideal untuk diterapkan di Kota Denpasar.
“Kami sangat terinspirasi. Apa yang kami lihat di sini akan menjadi bahan berharga dalam pengembangan program PAUD yang lebih berkualitas di Denpasar,” ujar Ny. Sagung Antari.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ny. Witri Yenny Arifin, menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam membangun sistem pendidikan usia dini yang lebih baik.
Ia menyebutkan bahwa lembaga seperti Madrasah Istiqlal, yang menyediakan pendidikan dari Kelompok Bermain hingga tingkat doktoral, menjadi contoh pendidikan terpadu yang menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, dan sosial.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memperkuat kapasitas para Bunda PAUD dalam menciptakan generasi emas 2045,” jelas Witri Yenny.
Kunjungan juga disambut hangat oleh Ketua Yayasan Setia Balita, Surjo Prasodjo, dan Kepala Sekolah TK Mini Pak Kasur, Nurmiyati. Mereka menegaskan bahwa pendekatan pendidikan di TK Mini Pak Kasur adalah melalui metode bermain sambil belajar.
“Kami percaya masa usia dini adalah fase penting dalam membangun karakter dan kreativitas anak. Karena itu, lingkungan belajar yang kami ciptakan selalu berfokus pada kenyamanan, keselamatan, dan perkembangan optimal anak,” tutur Surjo.
Melalui kegiatan ini, para Bunda PAUD dari Kota Denpasar diharapkan membawa pulang inspirasi dan praktik terbaik untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.(gus/gb)





