spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Kembang Hartawan Terapkan Empati Fiskal dan Inovasi PAD Hadapi Koreksi Dana...

Bupati Kembang Hartawan Terapkan Empati Fiskal dan Inovasi PAD Hadapi Koreksi Dana Pusat

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya aliran dana dari pemerintah pusat. Pada 2026, transfer pusat ke Jembrana turun sekitar Rp 115 miliar dibanding tahun sebelumnya, sehingga total dana yang masuk menjadi Rp 711 miliar.

Menanggapi situasi ini, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menerapkan strategi “Empati Fiskal” dan pengelolaan anggaran yang lebih cermat. Tujuannya, memastikan pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik tetap optimal meski anggaran terbatas.

Baca Juga  Hadiri Pakelem Pemahayu Jagat, Wabup Badung Tegaskan Harmoni Manusia dan Alam

Kebijakan Empati Fiskal menekankan pemilihan prioritas belanja yang berpihak pada masyarakat. Anggaran untuk perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, dan program pro-rakyat tetap dijaga, sementara belanja operasional birokrasi, perjalanan dinas, dan kegiatan seremonial dipangkas.

“Kondisi APBD kita terkoreksi akibat pengetatan transfer pusat. Namun, ini menjadi momentum bagi kita untuk mengutamakan kebutuhan masyarakat. Setiap rupiah harus tepat sasaran,” ujar Bupati Kembang Hartawan, Senin (23/2/2026).

Selain efisiensi, Pemkab Jembrana juga gencar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi dan digitalisasi sektor pajak serta retribusi. Hasilnya, PAD berhasil meningkat 32,5 persen dari tahun sebelumnya, menjadi sumber pembiayaan tambahan untuk menutupi berkurangnya dana pusat.

Baca Juga  Bupati Jembrana Hadiri Upacara Rsi Yadnya Padiksan di Desa Batuagung

Tidak hanya itu, Pemkab juga melakukan lobi strategis ke pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk mengamankan Bantuan Keuangan Khusus (BKK), mendukung pembangunan infrastruktur dan program strategis di Jembrana.

Kepala BPKAD Jembrana, I Gede Gus Diendi, menekankan bahwa seluruh OPD diwajibkan melakukan refocusing anggaran secara ketat. “Efisiensi bukan berarti mengurangi program rakyat, melainkan memangkas belanja birokrasi yang tidak produktif. Kualitas belanja publik tetap menjadi prioritas,” jelas Gus Diendi.

Baca Juga  Motor Vs Mobil, Satu Pengendara Tewas di Pekutatan

Dengan kombinasi pengelolaan anggaran yang cermat dan strategi kreatif dalam menggali PAD, Kabupaten Jembrana membuktikan bahwa keterbatasan dana pusat dapat dijawab dengan inovasi dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments