spot_img
spot_img
BerandaBali52 Karya Ramaikan Lomba Ogoh-Ogoh Mini, Wawali Denpasar Dukung Kreativitas Anak Muda

52 Karya Ramaikan Lomba Ogoh-Ogoh Mini, Wawali Denpasar Dukung Kreativitas Anak Muda

GATRABALI.COM, DENPASAR – Semangat pelestarian budaya dan kreativitas anak muda kembali terlihat di Balai Banjar Ambengan, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan.

Sekaa Teruna Tunas Ambara sukses menggelar Lomba Ogoh-Ogoh Mini Tunas Ambara Wimbakara, Sabtu, 19 Juli 2025, yang langsung mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Wawali Arya Wibawa hadir langsung menyaksikan lomba yang berlangsung semarak dan penuh antusiasme dari para peserta dan masyarakat.

Ia menilai kegiatan ini bukan hanya ajang seni biasa, tetapi juga ruang penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Bali.

Baca Juga  Hadiri Ajang Swarna Nusantara, Putri Koster Soroti Peran Wastra dalam Ekonomi Kreatif

“Ini bukan sekadar lomba, tapi proses pembinaan generasi muda agar semakin cinta dan bangga terhadap budaya lokal. Pemerintah Kota Denpasar tentu sangat mendukung dan berharap kegiatan ini terus berkelanjutan,” ujar Arya Wibawa.

Mengusung tema “Sandiya” yang bermakna persatuan, lomba ini ingin menyatukan seluruh lapisan masyarakat—dari anak-anak hingga orang tua—dalam satu semangat, yakni menjaga dan mewariskan budaya ogoh-ogoh.

Ketua panitia, I Kadek Dio Sumita Putra, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama dua hari, 19–20 Juli, dengan total 52 peserta, terdiri dari 22 karya ogoh-ogoh mini dan 30 karya tapel (topeng). Peserta datang dari berbagai kabupaten/kota di Bali, menandakan bahwa ajang ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas.

Baca Juga  Nuanu Creative City Resmi Masuki Fase Baru, Komitmen pada Budaya dan Lingkungan

“Tujuan kami sederhana tapi penting: mempererat kebersamaan, menggali kreativitas, dan tentunya menjaga keberlangsungan budaya Bali lewat ogoh-ogoh,” jelas Dio.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berpengalaman di bidang seni dan ogoh-ogoh, yaitu I Gede Anom Panuasa, I Wayan Gede Miasa, dan Dwiaga Yogiswara.

Sistem penjurian dibagi dalam dua sesi, yakni sesi favorit di hari pertama dan sesi utama untuk menentukan Juara 1 hingga Harapan 3 di hari kedua.

Baca Juga  Wabup Badung Hadiri Acara Kick Off Vaksinasi Booster PMK

Lebih lanjut, Dio mengatakan bahwa para juara nantinya akan diberi kesempatan untuk tampil di Festival Tunas Ambara (Festara), sebuah event lanjutan yang lebih besar dan terbuka untuk masyarakat luas.

“Kami ingin ini menjadi batu loncatan, tidak hanya berhenti di sini. Anak-anak muda ini punya bakat luar biasa dan harus diberi ruang terus-menerus,” ujarnya.

Lomba ogoh-ogoh mini ini bukan hanya ajang tahunan biasa. Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, kegiatan ini membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan inovasi dan partisipasi aktif generasi muda.(gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments