spot_img
spot_img
BerandaBaliTim PkM UNBI Dampingi Petani Garam Kusamba Inovasi Produk dan Pemasaran

Tim PkM UNBI Dampingi Petani Garam Kusamba Inovasi Produk dan Pemasaran

GATRABALI.COM, KLUNGKUNG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bali Internasional (UNBI) akan mendampingi para petani garam Kusamba, di Kabupaten Klungkung, Bali, dalam perbaikan postur kerja yang lebih ergonomis serta melakukan inovasi produk dan pemasaran.

Kegiatan PkM UNBI ini sebagai implementasi dari Hibah Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2025.

Tim PkM UNBI yang akan mendampingi petani garam Kusamba tersebut terdiri dari tiga dosen yakni Putu Vierda Lya Suandari, S.KM., M.KM. (Dosen Prodi Administrasi Rumah Sakit), I Gusti Ayu Sri Wahyuni Novianti, S.Ft., M.Fis., Ftr. (Dosen Prodi Fisioterapi), dan Julang Aryowiloto, S.IP., M.Hub.Int. (Dosen Prodi Hubungan Internasional) serta dua mahasiswa dari Prodi Hubungan Internasional, Ni Nyoman Anggita Pebriyanti dan Ni Wayan Kasih Aprilia Putri dari Prodi Fisioterapi.

“Tim PkM UNBI berkomitmen untuk mendampingi para petani garam dalam perbaikan postur kerja yang lebih ergonomis, pemasaran produk melalui Shopee, TikTok, dan Tokopedia, pembuatan desain kemasan yang lebih menarik, serta inovasi produk sampingan dari garam berupa pestisida alami,” ujar Putu Vierda bersama dengan dua dosen UNBI lainnya.

Baca Juga  Tiga Dosen UNBI Tingkatkan Kerja Sama Internasional di Ukraina Meskipun Situasi Perang

Garam Kusamba sejatinya sudah cukup terkenal, tidak hanya di Bali namun juga skala nasional bahkan sempat diekspor ke beberapa negara atau didatangi langsung oleh wisatawan asing untuk membeli.

Oleh sebab itu, garam Kusamba sebenarnya menyimpan potensi luar biasa jika dikelola dengan baik seperti garam Himalaya yang sudah mendunia dan harganya relatif mahal.

Para petani Garam Kusamba mampu memproduksi 15-20 kilogram produk garam jika cuaca bagus dan matahari terik. Sedangkan jumlah petani garam Kusamba saat ini ada 16 industri rumahan.

Hingga saat ini, produksi garam Kusamba masih sangat konvensional karena beberapa faktor. Pertama, mengandalkan cuaca. Kedua, alat dan cara yang digunakan masih relatif tradisional dengan menggunakan sebagian besar tenaga manusia dalam artian tanpa automasi mesin produksi.

Terlebih, usia para petani Garam Kusamba juga sudah relatif berumur rata-rata di atas 50 tahun sehingga kapasitas produksi menjadi semakin menurun, di luar faktor cuaca. Sementara para generasi muda, tidak tertarik untuk melanjutkan usaha bertani garam Kusamba.

Baca Juga  UNBI Mendukung Green Economy, Pengabdian kepada Masyarakat dalam Digital Marketing kepada Kelompok Agro Pertiwi Desa Ubung Kaja Denpasar

Kedua faktor tersebut membuat garam Kusamba menjadi sulit bersaing di pasar. Memang sudah ada perhatian dari pemerintah melalui berbagai program untuk melestarikan garam Kusamba, namun belum efektif mendongkrak popularitas dan nilai jual garam Kusamba.

Karena mekanisme produksi yang masih tradisional dan kurangnya pemahaman terhadap postur yang baik saat bekerja akibatnya muncul keluhan muskuloskeletal pada para petani garam.

Selain itu, pada garam yang diproduksi, kanal penjualannya pun masih belum terlalu luas walaupun sudah memanfaatkan teknologi. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan mengenai marketplace online seperti Shopee, TikTok, dan Tokopedia.

Kemasan produk Garam Kusamba juga dari sisi ekonomi kreatif belum terlalu menarik karena hanya menggunakan kemasan plastik, walaupun terdapat beberapa yang menggunakan kemasan dari batok kelapa.

Selain itu, karena faktor cuaca garam kerap gagal panen dan petani harus rela membuang produk gagal tersebut dengan alasan kadar garam yang tidak sempurna mencapai standar gram Kusamba. Padahal, produk gagal tersebut dapat diinovasikan agar memiliki nilai jual.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Penataan Lahan Produktif di Bali Diperkuat, Hotel dan Toko Modern Dibatasi

Berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh petani garam Kusamba tersebut, maka Tim PkM UNBI akan memberikan sosialisasi mengenai perbaikan sikap kerja yang lebih ergonomis, tata kelola pemasaran, dan inovasi nilai tambah produk sampingan dari hasil produksi Garam Kusamba.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan Agustus 2025 di rumah produksi garam Kusamba milik I Nyoman Kaplag, di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung. Kegiatan akan dihadiri oleh pemilik serta para petani garam Kusamba dari industri rumahan milik I Nyoman Kaplag.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menstimulus para generasi muda untuk melihat potensi dan peluang dari garam Kusamba sehingga menjadi lebih tertarik melanjutkan usaha garam Kusamba. Dampaknya, kapasitas produksi menjadi meningkat dan garam Kusamba dapat dilestarikan dalam jangka panjang.

I Nyoman Kaplag selaku pemiliki usaha garam Kusamba memberikan respon positif terhadap rencana kegiatan ini, dan berharap kelak pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan bermanfaat bagi pengembangan garam Kusamba.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments