BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Suasana berbeda terasa di 69 Bar & Resto, Kuta, pada Jumat, 22 Agustus 2025, saat digelar Local Pride CollaBARation, sebuah event yang menghadirkan ragam produk lokal unggulan dari Bali.
Acara ini menjadi ajang kolaborasi antara pelaku industri hospitality dengan para produsen lokal, mulai dari minuman beralkohol khas nusantara hingga cerutu buatan anak bangsa.
Event ini melibatkan produk seperti Voyage Gin dan Lamafa Rum, yang diperkenalkan melalui brand ambassador Rommy (Lamafa) serta Daniel (Monin).
Putu Robby Rudita, Food and Beverage Hotel Grand Istana Rama, menjelaskan bahwa acara ini diinisiasi untuk mengangkat produk lokal agar lebih dikenal dunia.
“Tujuan kami adalah memberikan yang terbaik bagi tamu sekaligus berkolaborasi dengan vendor lokal. Melalui acara ini kami ingin menumbuhkan kebanggaan sebagai orang Bali, sekaligus menunjukkan kualitas hospitality Indonesia,” ujarnya.
Dukungan terhadap produk lokal juga disampaikan Ketut Darmayasa, General Manager Hotel Grand Istana Rama.
Ia menegaskan bahwa acara ini sejalan dengan komitmen hotel mendukung regulasi pemerintah, termasuk Pergub Bali No.1 Tahun 2020 tentang minuman fermentasi khas Bali.
“Kita tidak hanya berwacana, tapi juga mengimplementasikan. Produk lokal harus mampu berkompetisi dengan produk impor agar tidak hanya jadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

Hotel Grand Istana Rama sendiri dikenal mengusung konsep base on experience, memberikan pengalaman budaya lokal kepada tamu melalui lomba membuat canang, belajar menenun, kerajinan perak, hingga meracik koktail berbahan arak Bali.
“Wisatawan yang datang ke Bali harus bisa merasakan langsung bagaimana budaya dan produk lokal menjadi bagian dari hospitality,” tambah Darmayasa.
Menariknya, acara ini juga menghadirkan Pranada Cigar. Komang Ongky Pranadhita selaku owner, menuturkan bahwa ia ingin memperkenalkan cita rasa tembakau Indonesia melalui cerutu yang lebih terjangkau.
Produksinya dilakukan di Bali dengan bahan baku dari Jember, dan wisatawan yang datang dapat mencoba langsung pengalaman rolling show di stand miliknya.
“Cerutu dulu selalu dianggap barang mewah, tetapi sekarang bisa dinikmati semua kalangan. Harapan saya, cerutu Indonesia bisa dikenal dunia,” ujarnya.
Dengan menggabungkan unsur budaya, produk lokal, dan semangat kolaborasi, Local Pride Collaboration diharapkan menjadi momentum untuk menempatkan Bali, khususnya Kuta sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kekayaan produk lokal Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.(ri/gb)





