GATRABALI.COM, DENPASAR – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Denpasar pada Rabu, 10 September 2025 mengakibatkan tujuh titik wilayah terendam banjir.
Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Provinsi Bali langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan evakuasi dan langkah pemulihan berjalan cepat.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, serta Sekda Kota Denpasar, meninjau beberapa titik genangan, antara lain kawasan Tohpati, Pasar Kumbasari, dan Jalan Pura Demak.
Di Pasar Kumbasari, TNI dan Polri terlihat sigap membantu warga serta pedagang melakukan evakuasi barang. Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan banjir di lokasi ini termasuk paling parah akibat meluapnya Tukad Badung.
“Kerugian pedagang sedang kami data, nantinya akan ada pembagian beban anggaran pemulihan antara Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar. Untuk tahap awal, pembersihan kawasan sudah dikerahkan agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan,” jelas Koster.
Sementara itu, Walikota Jaya Negara memastikan Pemkot Denpasar membuka posko darurat di Pasar Kumbasari serta mendata kerugian pedagang dan warga.
“Kami fokus pada evakuasi warga, pencarian korban, serta pendataan kerugian. Data inilah yang menjadi dasar pembiayaan pemulihan nantinya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan, tujuh titik banjir di Denpasar meliputi Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Panjer, Pemogan, Pasar Kumbasari, dan Pasar Badung.
Tidak hanya kawasan pasar, RSUD Wangaya juga terdampak banjir hingga menyebabkan aliran listrik terputus karena genset tidak berfungsi.
Meski status darurat bencana belum ditetapkan, Pemkot Denpasar mengimbau masyarakat tetap siaga karena peringatan dini BMKG menunjukkan potensi hujan deras masih berlanjut.
“Atas nama Pemkot Denpasar, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah bergerak cepat, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan menjaga keselamatan,” tutup Walikota Jaya Negara.(gb)





