spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungPuluhan Pemuda Desa Adat Kapal Adu Adonkan Lawar

Puluhan Pemuda Desa Adat Kapal Adu Adonkan Lawar

GATRABALI.COM, BADUNG – Tradisi leluhur bukan sekadar cerita masa lalu. Di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Senin,(6/10/2025) generasi muda justru menjadikannya ajang unjuk kreativitas dan kebanggaan.

Puluhan pemuda dari berbagai Sekaa Teruna Teruni (STT) di beberapa banjar, antusias mengikuti Lomba Ngelawar, tradisi khas Bali yang sarat makna budaya dan kebersamaan.

Sebanyak 13 STT berpartisipasi dalam lomba ini.

Mereka tidak hanya berlomba soal cita rasa, tetapi juga tampilan, kebersihan, serta kekompakan dalam menyajikan hidangan lawar terbaik.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melestarikan tradisi leluhur yang penuh nilai gotong royong, hal ini disampaikan, Ketua Panitia Lomba Ngelawar, I Made Redi Prayatno, mengatakan

Baca Juga  Cegah Konflik Politik, Bawaslu Bali Luncurkan Gerakan Sadya Warada Berbasis Cinta Kasih

“Ingin memberikan wadah untuk STT khususnya di desa Kapal untuk lomba ngelawar ini”, jelasnya.

Dirinya menyampaikan, Adapun peserta dilibatkan sebanyak 13 STT dari beberapa perwakilan banjar di Desa Adat Kapal, Kabupaten Badung.

“Untuk peserta sebenarnya jumlah STT di desa adat kapal berjumlah 17 STT dimasing-masing banjar, tetapi untuk lomba ngelawar ini hanya diikuti 13 STT dibeberapa Banjar di Desa adat Kapak”, jelasnya.

Dirinya menyebutkan, selain dewan juri tokoh adat turut menilai hasil olahan peserta dengan menilai dari segi rasa, komposisi, dan penyajian.

“Untuk penilaian lomba hari ini ada 3 penilaian pertama rasa, kedua komposisi, ketiga itu kerapian dan kebersihan dan bagaimana mereka menyajikan setelah jadi ini masing masing peserta diminta untuk mengumpulkan hasil yang sudah mereka masak nanti akan dicicipi oleh dewan juri dan ada tokoh-tokoh desa atau Jro Bendesa nanti ikut juga untuk mencicipi hasil olahan para peserta”, bebernya.

Baca Juga  Optimalkan Pemanfaatan SDA, Akademisi Unwar Tawarkan Pengelolaan Kelapa Terpadu

Kadek Andika Sudarma Putra, salah satu peserta lomba mengaku senang bisa ikut dalam lomba perdana ini.

“Saya sudah sering membuat lawar apalgi kita orang Bali setiap odalan membuat lawar. Paling sulit itu membuat bumbu selem kita buat itu dari nol. Masalah rasa sudah nice kita harus PD.Untuk mempersiapkan bumbu Balinya, tidak ada kesulitan hanya di kompor kita sedikit lama tetapi bisa barengan bisa selesai, untuk waktunya sangat cukup dan ini lomba kedua kali saya ikuti”, bebernya.

Baca Juga  Koster-Giri Prioritaskan Penyelesaian Masalah Air Bersih di Bali dengan Teknologi Pipanisasi

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bentuk nyata menjaga warisan budaya Bali.

“Harapan saya desa kapal ini terus mengadakan lomba seperti ini karena biar bisa melestarikan budaya Bali seperti ngelawar”, cetusnya.

Selanjutnya peserta loba lainnya, Made Mahardika, juga menilai lomba ini menjadi ajang positif untuk mempererat kebersamaan antar-STT, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi ngelawar yang selalu hadir di setiap upacara adat.

“Persiapannya itu dari jam 9 sampai jam 10 tidak ada kesulitan karena sudah biasa dan ini baru pertama kali, setiap hari raya itu sudah biasa buat lawar. Untuk waktu cukup itu 2 jam secara rasa yakin, dan baru pertama kali ikut lomba ini”, pungkasnya. (gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments