GATRABALI.COM, DENPASAR – PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Denpasar terus berupaya memperkenalkan aplikasi digital terbarunya “Tring by Pegadaian” yang dirancang untuk menjangkau atau menggaet animo kalangan muda untuk berinvestasi emas dan sekaligus mendorong inklusi keuangan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Arief Rinardi Sunardi mengatakan Pegadaian melihat tren anak muda saat ini yang lebih senang bertransaksi secara digital. Oleh karena itu, aplikasi Tring menjadi jembatan untuk memperkenalkan investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi semua kalangan.
“Gen Z kami lihat kecenderungan sudah mulai menabung sejak awal. Melalui Tring, Pegadaian menghadirkan kemudahan menabung dan berinvestasi emas mulai dari nominal kecil, hanya Rp10.000,” kata Arief dalam Media Gathering Pegadaian Kanwil VII Denpasar di Icon Mall Sanur, Denpasar, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Arief mengatakan saat ini dengan berbagai layanan digital yang disiapkan Pegadaian, para nasabah di wilayah kerjanya (Provinsi Bali, NTB, dan NTT) sudah banyak yang berusia di bawah 40 tahun, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang mayoritas di usia 45 tahun ke atas.
Menurutnya, Pegadaian berupaya untuk “shifting customer” pada usia nasabah yang lebih muda, terutama pada Gen Z yang luar biasa potensinya.
Dengan “Tring” ini, Gen Z diharapkan lebih familiar dan lebih senang bertransaksi di Pegadaian.
Supriyanto, Kepala Divisi SAPTI PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar menambahkan, peluncuran aplikasi Tring by Pegadaian merupakan langkah strategis perusahaan untuk tetap relevan dengan perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin digital.
Aplikasi Tring menggabungkan dua platform digital Pegadaian sebelumnya yakni Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital menjadi satu sistem terpadu. Melalui Tring, nasabah dapat melakukan berbagai layanan seperti menabung emas, mencetak emas fisik, menggadaikan tabungan emas, hingga memantau harga emas dunia secara real-time.
Dengan inovasi ini, Pegadaian berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap produk investasi berbasis emas serta memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif di seluruh Indonesia.
Khususnya di Bali, aplikasi Tring juga mendapat animo yang tinggi dari masyarakat, sejak diluncurkan pada 8 Oktober 2025, tercatat saat ini penggunanya sudah mencapai 400.000.
PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar juga mengadakan Festival Tring! di Icon Mall Bali, Denpasar, sebagai momentum literasi keuangan sekaligus aktivasi layanan digital melalui Aplikasi Tring yang kian memudahkan masyarakat untuk menabung, mencicil, hingga berinvestasi emas lewat fitur Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Deposito Emas.
Selama tiga hari pelaksanaan, 24–26 Oktober 2025, Festival Tring! menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti Tring! Corner, Gold Clinic, Bazar Emas & UMKM, seminar literasi keuangan bersama OJK, serta promo eksklusif TRINGDPS, FTRINGDPS, dan CCLTRINGDPS.
Tak hanya edukatif, acara ini juga dikemas berbagai hiburan untuk menarik minat masyarakat luas. Pengunjung akan dihibur oleh penampilan Bagus Wirata dan grup musik Not So Koplo, yang siap memeriahkan suasana festival dengan musik dan interaksi seru bersama penonton.
Kinerja Positif Pegadaian Kanwil VII Denpasar
Selain memperkenalkan aplikasi Tring, acara ini juga menjadi ajang pemaparan capaian kinerja Pegadaian Kanwil VII Denpasar. Hingga Oktober 2025, Pegadaian secara nasional mencatatkan total aset mencapai Rp110 triliun, dengan kontribusi Kanwil VII Denpasar berada di peringkat tiga terbesar nasional, mencapai nilai outstanding loan sebesar Rp11,1 triliun.
Pertumbuhan produk tabungan emas juga menunjukkan tren positif. Total penyaluran tabungan emas nasional mencapai lebih dari 750 kilogram, di mana sekitar 60% kontribusinya berasal dari nasabah di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan Pegadaian semakin kuat. Melalui inovasi digital seperti Tring, kami optimistis dapat memperluas pasar, terutama di kalangan muda yang menjadi target utama literasi keuangan masa depan,” ujar Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Made Swasmara dalam kesempatan yang sama.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan, Pegadaian juga menggelar serangkaian kegiatan edukasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama Festival Tring. Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya menabung dan berinvestasi emas sebagai bentuk mitigasi keuangan jangka panjang.
Pegadaian juga terus memperluas perannya di bidang sosial melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), termasuk pengembangan desa wisata dan pembangunan Gadai Crazy Cloud di Universitas Udayana sebagai ruang kreatif mahasiswa dalam mengembangkan ide wirausaha.
Dalam agenda media gathering yang dikemas secara santai dan interaktif ini juga menghadirkan perwakilan Pegadaian Kanwil VII Denpasar lainnya yakni Deputi Operasional Firsta Wuri Agung Baroto dan Kabag Humas dan Protokoler I Gusti Putu Susila, kemudian Deputi Bisnis Area Denpasar 1 Kusumo Seno Aji, Deputi Bisnis Area Denpasar 2 I Gusti Agung Bagus Sutyatmika, Kepala Departemen Risiko Ichwan Prasetyo.(ism/gb)





