GATRABALI.COM, DENPASAR – Para relawan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 dengan menyasar tiga sekolah di Provinsi Bali dalam memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-79 dan sekaligus memperingati Hari Pahlawan tahun 2025.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali Nusra, R. Fadjar Donny Tjahjadi dalam sambutannya menyampaikan Kemenkeu Mengajar bukan hanya tentang mengenalkan konsep keuangan negara, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan integritas kepada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Indonesia memahami bahwa APBN adalah milik bersama. Dari uang rakyat, oleh rakyat, dan kembali untuk rakyat,” ujarnya dalam amanat upacara pembukaan di Denpasar, pada Senin, 10 November 2025.
Kemenkeu Mengajar merupakan program rutin tahunan yang digagas oleh para pegawai Kementerian Keuangan sejak tahun 2016. Dalam kurun waktu 10 tahun, kegiatan ini telah melibatkan lebih dari 6.000 relawan dan menjangkau 327 sekolah di seluruh Indonesia, dengan total peserta mencapai lebih dari 70.000 siswa.
Semua kegiatan dilakukan secara sukarela, tanpa menggunakan dana APBN, sebagai wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong pegawai Kemenkeu terhadap dunia pendidikan.
Di Provinsi Bali, kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 dilaksanakan serentak di tiga sekolah kolaborator yakni SD Saraswati 4 Denpasar, SD Negeri 1 Singapadu, Kabupaten Gianyar dan SMA Negeri 2 Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kemenkeu Mengajar 10 disambut antusiasme tinggi dari para guru, siswa, dan relawan.
Fadjar menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum yang istimewa karena selain mengenang jasa para pahlawan, juga menjadi wadah pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal peran keuangan negara dalam membangun Indonesia.

Mengusung tema nasional “Mengenal Uang Kita, Menjaga Masa Depan” kegiatan tahun ini menekankan pentingnya pemahaman tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama pembangunan.
Para relawan mengajak siswa memahami bahwa APBN membiayai banyak hal yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari sekolah, jalan raya, rumah sakit, hingga bantuan sosial. Dengan memahami konsep #UangKita, diharapkan para siswa tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap pengelolaan keuangan negara.
Pelaksanaan Kemenkeu Mengajar 10 di Bali juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang mengusung tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Momen ini memperkuat pesan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik di masa lalu, tetapi juga perjuangan intelektual dan moral di masa kini. Para relawan mengajak para siswa untuk meneladani para pahlawan dengan cara-cara sederhana: belajar dengan tekun, menjaga integritas, dan berkontribusi positif bagi lingkungan.
Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, relawan menggunakan metode interaktif agar materi lebih mudah dipahami. Para siswa diajak berdiskusi, bermain peran, dan mengikuti kuis seputar pajak dan APBN. Kegiatan yang dikemas ringan dan menyenangkan ini berhasil menarik perhatian siswa.
Salah satu peserta, siswa kelas V SD Saraswati 4 Denpasar, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut karena dinilai sangat seru dan menambah wawasan tentang APBN.
Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan pelajar. Melalui contoh nyata tentang bagaimana pajak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, siswa diajak memahami bahwa kontribusi kecil dari setiap individu dapat membawa dampak besar bagi kemajuan bangsa.
“Dengan demikian, semangat kepahlawanan tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui pengetahuan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Kemenkeu Mengajar 10 juga menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Satu relawan yang berbagi ilmu di satu kelas dapat menyalakan semangat belajar bagi puluhan siswa. Satu sekolah yang tersentuh kegiatan ini dapat menumbuhkan inspirasi baru bagi banyak orang di sekitarnya. Inilah esensi dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi program ini sejak awal.
Kemenkeu Mengajar 10, lanjut dia, bukan hanya sekadar kegiatan edukatif, tetapi juga simbol nyata dari sinergi antara semangat kepahlawanan dan pendidikan. Melalui kolaborasi antara relawan dan pelajar, kegiatan ini menumbuhkan keyakinan bahwa semangat mengabdi untuk negeri tidak pernah padam.
Seperti para pahlawan yang berjuang tanpa pamrih, para relawan Kemenkeu kini melanjutkan perjuangan itu dengan ilmu, integritas, dan ketulusan hati untuk Indonesia yang lebih baik.(ism/gb)





