GATRABALI.COM, BULELENG – Kabupaten Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang seni budaya internasional melalui Buleleng International Rhythms Festival (BIRF) 2026 yang akan berlangsung pada 10–15 Maret 2026.
Perhelatan ini digelar setelah kesuksesan dua edisi sebelumnya yang berhasil menarik perhatian seniman dan penikmat seni dari berbagai negara.
Dukungan terhadap pelaksanaan festival tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, saat menerima audiensi panitia penyelenggara di kantornya, Senin (5/1/2026). Ia menilai BIRF menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kekayaan seni budaya dunia sekaligus memberi kesempatan luas bagi seniman lokal untuk tampil di panggung internasional.
“Sudah barang tentu masyarakat Buleleng akan menyambut baik kegiatan ini, karena pertunjukan seni dan budaya jadi favorit masyarakat,” jelas Sutjidra.
Ketua Panitia BIRF 2026, Nyoman Dini Andiani, menjelaskan bahwa antusiasme peserta internasional tetap tinggi. Keberhasilan penyelenggaraan sebelumnya bahkan melahirkan keterikatan emosional yang kuat, ditandai dengan kembalinya sejumlah peserta yang pernah tampil pada edisi terdahulu. Hingga saat ini, delapan negara direncanakan ambil bagian dengan estimasi jumlah peserta mencapai sekitar 200 orang, seiring proses pendaftaran yang masih berjalan.
Sementara itu, Direktur IOV–UNESCO Indonesia di Bali, I Gusti Ngurah Eka Prasetya, menyebut BIRF 2026 sebagai bentuk kepercayaan lembaga internasional kepada Bali Utara. Menurutnya, kepercayaan tersebut menegaskan peran seni dan budaya sebagai medium diplomasi yang mampu menjembatani hubungan antarbangsa.
“BIRF mengukuhkan Kabupaten Buleleng sebagai simpul penting budaya dunia,” tutupnya.(adv/gb)





