GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui penambahan enam ruang operasi (OK) di RSUD Buleleng.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas tingginya antrean tindakan bedah yang selama ini menjadi tantangan dalam pelayanan rumah sakit rujukan utama di Buleleng.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK., M.Kes, menjelaskan bahwa kebutuhan penambahan ruang operasi tidak terlepas dari kondisi infrastruktur rumah sakit yang sebagian besar merupakan bangunan lama. Kondisi tersebut dinilai sudah kurang optimal untuk mendukung tuntutan pelayanan kesehatan yang terus meningkat.
“Volume tindakan operasi di RSUD Buleleng sangat tinggi. Setiap hari rata-rata terdapat sekitar 18 tindakan bedah, sementara ruang operasi yang tersedia masih terbatas. Ini menyebabkan daftar tunggu, terutama untuk bedah elektif, menjadi cukup panjang,” ungkapnya saat ditemui, Selasa, 27 Januari 2026.
RSUD Buleleng saat ini memberikan pelayanan bedah yang cukup lengkap, meliputi bedah umum, ortopedi, digestif, onkologi, bedah plastik, urologi, kebidanan dan kandungan, hingga layanan bedah minor seperti mata, THT, dan kulit. Seluruh layanan tersebut didukung tenaga medis serta dokter spesialis yang kompeten.
Sebagai bentuk kesiapan, RSUD Buleleng telah menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk revitalisasi dua gedung utama, yakni Gedung Kamboja dan Gedung Cempaka, yang akan ditingkatkan menjadi empat lantai.
Dari revitalisasi ini, Gedung Kamboja akan menambah empat ruang operasi, sementara Gedung Cempaka menambah dua ruang operasi. Dengan demikian, total ruang operasi di RSUD Buleleng nantinya mencapai 14 ruang.
“Penambahan ruang operasi ini akan berdampak besar terhadap kelancaran pelayanan, mengurangi antrean pasien, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan dalam tindakan medis,” tambah dr. Suteja.
Pembangunan direncanakan berlangsung selama kurang lebih 20 bulan dengan target penyelesaian fisik pada akhir 2027. Setelah itu, proses pengadaan peralatan medis akan dilakukan sehingga operasional ruang operasi baru dapat dimulai pada awal 2028.
Selama proses pembangunan berlangsung, manajemen RSUD Buleleng memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal melalui pengaturan ulang ruang rawat inap serta penyesuaian sistem pelayanan internal.
Penambahan enam ruang operasi ini menjadi wujud nyata komitmen Bupati Buleleng dalam menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan daerah, guna menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.(adv/gb)





