GATRABALI.COM, JEMBRANA – Komitmen percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jembrana terus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.
BUMDesa Bersama Mekar Mesari LKD Kecamatan Jembrana menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat berupa dua unit Program Bedah Rumah dan dua unit Bedah Warung yang bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Pengelolaan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP).
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan hadir langsung melakukan peletakan batu pertama Bedah Rumah di Lingkungan Dauhwaru, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Negara, Selasa, 27 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya realisasi bantuan sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan pentingnya pelaksanaan Program Bedah Rumah yang tetap berlandaskan kearifan lokal Bali melalui penerapan konsep Kosala Kosali.
Menurutnya, pembangunan rumah tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga harus memberikan kenyamanan, keamanan, serta keselarasan dengan nilai budaya.
“Penerapan Kosala Kosali sangat penting agar rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga selaras dengan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan nilai spiritual,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BUMDesa Bersama Mekar Mesari LKD Kecamatan Jembrana yang telah mengalokasikan sebagian hasil usahanya untuk kepentingan sosial masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban penerima sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam meningkatkan kesejahteraan maupun mendukung aktivitas ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BUMDesa Bersama Mekar Mesari LKD Kecamatan Jembrana Ida Bagus Gede Indira Manuaba menjelaskan bahwa bantuan sosial tersebut terdiri dari dua unit bedah rumah dengan nilai masing-masing Rp35 juta serta dua unit bedah warung berupa booth container dengan nilai Rp12,5 juta per unit.
Ia menambahkan bahwa penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan usulan perbekel dan lurah setempat. Untuk program bedah rumah, penerima berasal dari Kelurahan Dauhwaru dan Kelurahan Pendem, sementara penerima bedah warung berasal dari Desa Perancak dan Desa Dangintukadaya.
Melalui program ini, diharapkan peran BUMDesa tidak hanya sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jembrana.(ri/gb)





