GATRABALI.COM, BULELENG – PT Astra Motor Bali terus memperkuat perannya dalam membangun generasi muda yang sadar keselamatan dan cakap di era digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Safety Riding dan Pelatihan Literasi Digital yang dilaksanakan di SMPK Santo Paulus Singaraja, Jumat, 30 Januari 2026.
Sebanyak 75 siswa mengikuti kegiatan edukatif ini yang dirancang untuk menanamkan pemahaman keselamatan berkendara sejak dini sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan menggunakan media digital secara bijak, positif, dan bertanggung jawab.
Dalam sesi safety riding, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya penggunaan helm standar, risiko berkendara tanpa perlengkapan keselamatan, serta kemampuan memprediksi potensi bahaya di jalan raya.
Tidak hanya itu, siswa juga diajak untuk berani mengingatkan orang tua agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama ketika membawa anak menggunakan sepeda motor.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menekankan bahwa kesadaran keselamatan harus dibangun dari usia dini dan dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Keselamatan berkendara bukan hanya soal mematuhi aturan lalu lintas, tetapi tentang melindungi diri dari risiko cedera fatal. Melalui edukasi #Cari_aman, kami ingin menanamkan kebiasaan berkendara yang aman sejak dini dan mendorong siswa untuk ikut mengingatkan orang tua agar selalu memprediksi potensi bahaya di jalan,” ujarnya.
Selain edukasi keselamatan, para peserta juga mengikuti pelatihan literasi digital yang membahas etika bermedia sosial, pemanfaatan teknologi digital secara produktif, serta kewaspadaan terhadap hoaks dan ancaman kejahatan siber.
Materi ini dinilai penting untuk membentuk karakter pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam beraktivitas di ruang digital.
Region Head Astra Motor Bali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam pembangunan karakter generasi muda.
“Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, keselamatan berkendara dan literasi digital menjadi dua aspek penting yang harus dipahami oleh pelajar. Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus pengguna media digital yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui kegiatan edukasi terpadu ini, Astra Motor Bali berharap para siswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan sekitarnya, baik dalam menerapkan budaya keselamatan berkendara maupun perilaku digital yang sehat.
Program ini juga sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri serta kampanye keselamatan Honda #Cari_aman.
Ke depan, Astra Motor Bali berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program edukasi keselamatan dan literasi digital ke berbagai sekolah dan komunitas sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.(ri/gb)





