GATRABALI.COM, DENPASAR – Upaya penanganan persoalan sampah di Bali kembali diperkuat melalui gerakan bersih lingkungan yang digelar serentak di seluruh kabupaten/kota.
Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster ini melibatkan sekitar 27.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat pada Minggu (1/3/2026).
Gerakan Bali Bersih Sampah dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat serta hasil koordinasi lintas perangkat daerah di Bali. Aksi ini melibatkan jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN Forkopimda, instansi vertikal, pelajar, komunitas peduli lingkungan, hingga masyarakat umum.
Kegiatan berlangsung serempak di sembilan kabupaten/kota dengan titik utama berada di kawasan pesisir. Di Denpasar, aksi dipusatkan di Pantai Padang Galak dengan partisipasi sekitar 4.500 orang. Sementara di Badung kegiatan berlangsung di Pantai Petitenget dengan 1.074 peserta, Gianyar di Pantai Lembeng sebanyak 3.009 peserta, dan Tabanan di Pantai Kelating yang diikuti sekitar 4.000 orang.
Di wilayah lainnya, kegiatan juga digelar di beberapa lokasi di Kabupaten Bangli dengan 1.500 peserta, Pantai Watu Klotok Klungkung sebanyak 3.400 peserta, Pantai Ulakan Karangasem dengan 1.936 peserta, Pantai Kampung Baru Buleleng melibatkan 5.000 peserta, serta Pantai Delod Berawah Jembrana yang diikuti sekitar 3.000 orang.
Saat memimpin kegiatan di Pantai Padang Galak, Gubernur Koster menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi agenda prioritas yang harus ditangani secara menyeluruh melalui kerja sama lintas daerah di Bali.
Ia menekankan pentingnya kesatuan pola pengelolaan lingkungan melalui konsep pembangunan terpadu satu pulau agar penanganan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu tantangan utama saat ini adalah pengelolaan sampah di tingkat hulu yang belum optimal, sehingga sebagian besar sampah masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas.
Karena itu, pemerintah mendorong langkah konkret seperti pengurangan produksi sampah sejak sumbernya, pemilahan sampah rumah tangga, penguatan bank sampah, dukungan terhadap komunitas daur ulang, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan.
Koster berharap gerakan kolektif ini mampu membangun kesadaran masyarakat sekaligus menjadi warisan penting bagi kelestarian lingkungan Bali di masa depan.
Kegiatan di Pantai Padang Galak juga dirangkaikan dengan peresmian Rumah Kakek Foundation, penyerahan bantuan pendidikan kepada 14 pelajar dan mahasiswa oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate (Rumah KaKek), serta pelepasan armada penyemprotan ecoenzym oleh Pemerintah Provinsi Bali.(ism/gb)





