GATRABALI.COM, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui percepatan rehabilitasi kawasan mangrove di wilayah pesisir Benoa, Bali.
Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan pakar lingkungan guna memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ekosistem mangrove memiliki fungsi strategis bagi kawasan pesisir, mulai dari melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang tinggi, menjadi habitat berbagai biota laut, hingga berperan penting dalam menyerap karbon dan menyaring polutan yang dapat merusak lingkungan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan rehabilitasi mangrove.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, perusahaan telah melakukan penanaman sebanyak 7.041 bibit mangrove yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Bali.
Saat ini, upaya rehabilitasi difokuskan pada kawasan Benoa dengan melibatkan masyarakat sekitar serta pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat identifikasi penyebab kerusakan ekosistem sekaligus merumuskan strategi pemulihan yang tepat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad, menjelaskan bahwa tahapan rehabilitasi diawali dengan pengecekan lapangan bersama Polairud serta koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
“Proses saat ini memasuki tahap lanjutan berupa revegetasi, sekaligus pendalaman kajian lingkungan melalui kerja sama dengan pihak yang berkompeten,” jelasnya.
Selanjutnya, Pertamina akan melakukan pemetaan area terdampak, pengujian kualitas air laut, serta analisis sedimen mangrove. Pengambilan sampel juga dilakukan sebagai bagian dari inventarisasi kondisi mangrove guna menentukan langkah rehabilitasi yang lebih terarah.
Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga terkait yang telah mendukung proses rehabilitasi kawasan pesisir tersebut.
Dengan sinergi berbagai pihak, perusahaan optimistis upaya pemulihan mangrove Benoa dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan pesisir Bali.(ri/gb)





