spot_img
spot_img
BerandaBaliMenteri LH Apresiasi Pemilahan Sampah Bali Capai 70 Persen, Beri Dukungan Penuh...

Menteri LH Apresiasi Pemilahan Sampah Bali Capai 70 Persen, Beri Dukungan Penuh untuk PSEL

GATRABALI.COM, DENPASAR — Tingkat kesadaran masyarakat Bali dalam memilah sampah terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut capaian pemilahan sampah kini telah mencapai 65 hingga hampir 70 persen, khususnya di kawasan Denpasar dan Badung.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di TPST Kesiman Kertalangu, Jumat, 17 April 2026.

Ia menilai capaian ini sebagai perubahan budaya yang tidak mudah dan menjadi indikator meningkatnya kesadaran lingkungan masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja bersama seluruh komponen, dari pemerintah daerah hingga desa adat. Perubahan perilaku seperti ini membutuhkan waktu dan komitmen,” ujarnya.

Baca Juga  Depan Ratusan Bendesa se Tabanan, Gubernur Koster Komitmen akan Tata Kawasan Danau Beratan

Meski demikian, Hanif menegaskan perlunya penguatan penegakan aturan guna menjaga konsistensi capaian tersebut. Ia mendorong penerapan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi masyarakat yang tidak memilah sampah sebagai bentuk perlindungan terhadap warga yang sudah disiplin.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber berjalan efektif dan berkeadilan.

Selain itu, Hanif menyoroti keterkaitan langsung antara pemilahan sampah dengan rencana pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Ia menekankan bahwa kualitas sampah menjadi faktor penentu dalam keberhasilan teknologi tersebut.

Baca Juga  Lestarikan Tanaman Suci, Gubernur Koster Dorong Pembangunan Taman Usadha di Seluruh Bali

Sampah yang telah dipilah, kata dia, memiliki kandungan air lebih rendah dan nilai kalor yang lebih stabil, sehingga proses konversi menjadi energi dapat berlangsung lebih efisien dan optimal.

Sebaliknya, sampah campuran berpotensi menurunkan efisiensi pembakaran, meningkatkan biaya operasional, serta menambah kompleksitas pengendalian emisi.

“Kalau sampah tidak dipilah, dampaknya bukan hanya ke lingkungan, tetapi juga ke biaya dan efektivitas teknologi,” jelasnya.

Baca Juga  Peguyangan Kangin Festival 2024, Ajang Pelestarian Seni dan Ekonomi Kreatif

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pengelolaan sampah terpilah juga berimplikasi pada efisiensi anggaran, karena dapat menekan kebutuhan subsidi maupun biaya pengolahan yang bersumber dari APBN dan APBD.

Pemerintah pusat pun optimistis, dengan tren positif pemilahan sampah yang terus meningkat, Bali dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis teknologi sekaligus berbasis perubahan perilaku masyarakat.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments