spot_img
spot_img
BerandaBaliUNHI Dorong Integrasi Etnomedicine dan Ayurweda untuk Kesehatan Berkelanjutan

UNHI Dorong Integrasi Etnomedicine dan Ayurweda untuk Kesehatan Berkelanjutan

GATRABALI.COM, DENPASAR – Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar terus memperkuat kualitas akademik dan pengembangan keilmuan melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Integrasi Etnomedicine, Ayurweda, dan Inovasi Sains untuk Kesehatan Berkelanjutan”.

Kegiatan yang digelar Fakultas Kesehatan dan Sains pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi wadah kolaborasi antara kearifan lokal, pengobatan tradisional, dan perkembangan ilmu pengetahuan modern dalam menjawab tantangan kesehatan masa depan.

Kuliah umum berlangsung pada Senin (8/6/2026) di Aula Indraprasta, Gedung Rektorat Lantai III UNHI Denpasar. Kegiatan tersebut diikuti dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya Program Studi S1 Kesehatan Ayurweda, S1 Biologi, dan D4 Pengobatan Tradisional Indonesia.

Baca Juga  Bawaslu Buleleng Secara Serentak Melantik Pengawas Tempat Pemungutan Suara

Melalui tema yang diusung, Fakultas Kesehatan dan Sains UNHI berupaya mendorong pendekatan interdisipliner dalam pengembangan ilmu kesehatan. Integrasi etnomedicine dan Ayurweda dinilai memiliki potensi besar untuk dipadukan dengan inovasi sains modern guna menciptakan sistem kesehatan yang lebih holistik, berkelanjutan, dan berbasis budaya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Dr. Bagus Arya Kusuma, S.Sos., M.M., dan Gede Suardana, S.Farm., Apt. Keduanya memaparkan berbagai perspektif mengenai pengembangan pengobatan tradisional berbasis bukti ilmiah, termasuk peluang inovasi yang dapat dikembangkan dari kekayaan pengetahuan lokal Indonesia.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya sinergi antara sistem pengobatan tradisional, seperti Ayurweda, dengan perkembangan teknologi dan riset kesehatan modern. Pendekatan tersebut diyakini mampu menghadirkan solusi kesehatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga selaras dengan nilai budaya dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Janur: Simbol Harmoni antara Manusia, Alam, dan Sang Pencipta

Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu Ketut Merdana Sugiarta, S.Kes.H., M.Sos. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu terkait implementasi etnomedicine, validasi ilmiah pengobatan tradisional, hingga peluang riset kolaboratif di bidang kesehatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pendekatan kesehatan holistik sekaligus memperkaya kompetensi akademik mereka. Kuliah umum tersebut juga diharapkan dapat memicu lahirnya berbagai inovasi kesehatan berbasis kearifan lokal yang tetap berpegang pada prinsip-prinsip ilmiah.

Baca Juga  Dukung Pengamanan Pilkada Serentak 2024, Polresta Denpasar Gelar Deklarasi Damai dan Doa Bersama

Fakultas Kesehatan dan Sains UNHI menilai kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif, integratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain memperkuat atmosfer akademik, kuliah umum ini juga menjadi sarana membangun jejaring dan kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, serta pengembang ilmu pengetahuan.

Dengan semakin kuatnya sinergi tersebut, UNHI berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan sistem kesehatan yang andal, berbasis budaya, dan didukung oleh kajian ilmiah yang kredibel, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments