spot_img
spot_img
BerandaBaliTPPS Buleleng Perkuat Langkah Pencegahan, Wabup Supriatna Yakin Kasus Stunting Terus Menurun

TPPS Buleleng Perkuat Langkah Pencegahan, Wabup Supriatna Yakin Kasus Stunting Terus Menurun

GATRABALI.COM, BULELENG – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng terus diperkuat melalui berbagai program yang terintegrasi.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buleleng yang dipimpin Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna di Ruang Rapat Lobby Kantor Bupati Buleleng, Rabu (24/6/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua TPPS Kabupaten Buleleng, Supriatna menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai sektor lainnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah yang harus dilaksanakan secara konsisten di daerah, berdampingan dengan program pengendalian inflasi dan penanganan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga  Pemkab Badung Perkuat Sinergi Lintas Instansi Hadapi Ancaman Bencana Musim Hujan

“Ketiga isu tersebut merupakan program prioritas pemerintah pusat yang wajib kita laksanakan di daerah. Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus terus menjadi perhatian bersama seluruh pihak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Supriatna memaparkan bahwa berdasarkan hasil pendataan dan pelaporan kesehatan daerah, prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng pada tahun 2025 berada pada angka sekitar 3,35 persen. Meski demikian, ia menilai perbedaan angka yang muncul dari berbagai sumber data harus disikapi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan.

Menurutnya, fokus utama saat ini bukan pada perbedaan data, melainkan bagaimana seluruh pihak terus bergerak melakukan pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan.

“Apapun hasil datanya, kewajiban kita adalah terus melakukan berbagai langkah dan intervensi agar angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan,” tegasnya.

Baca Juga  Polisi Amankan Anak-anak Bermain Kembang Api di Denbar

Berbagai program telah dijalankan TPPS Kabupaten Buleleng untuk mendukung target tersebut. Di antaranya skrining anemia bagi remaja putri, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita dengan gizi kurang, pemantauan pertumbuhan balita, edukasi pemberian ASI eksklusif, serta layanan penanganan gizi buruk.

Selain intervensi di bidang gizi, pemerintah daerah juga mengembangkan Posko Praktik Baik yang berperan dalam pendataan serta pemeriksaan kesehatan calon pengantin melalui deteksi dini sebelum memasuki usia pernikahan. Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari desa adat, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, hingga Tim Pendamping Keluarga.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus mendorong peningkatan kualitas sanitasi lingkungan serta melakukan pendampingan kepada pasangan usia subur sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting sejak dini.

Baca Juga  Badung Tiru RSCM untuk Kembangkan Layanan Stem Cell, Upaya Terbaru untuk Kesehatan Masyarakat

Supriatna menilai keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, relawan, komunitas, dan masyarakat yang selama ini aktif mendukung upaya penurunan stunting.

Karena itu, ia berharap koordinasi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan mampu dicapai secara maksimal.

“Dengan intervensi yang terpadu, kerja sama yang kuat, dan komitmen seluruh pihak, saya optimis angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” pungkasnya.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments