GATRABALI.COM, BULELENG – Upaya memperkuat keterbukaan informasi publik di Kabupaten Buleleng terus dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satunya melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Informasi (KI) Bali yang menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan kualitas pelayanan informasi di lingkungan badan publik.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Buleleng, Rabu, 24 Juni 2026, disambut positif oleh Kepala Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Made Suharta.
Ia menilai Monev merupakan kesempatan bagi seluruh badan publik untuk melihat sejauh mana pelayanan informasi telah berjalan sekaligus menyusun langkah penyempurnaan ke depan.
Dalam sambutannya, Suharta mengatakan kehadiran tim KI Bali bersama para komisioner menjadi motivasi bagi badan publik di Kabupaten Buleleng untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini menjadi momentum untuk kita bersama selaku Badan Publik. Kedatangan KI Bali bukanlah instrumen untuk mencari kekurangan, melainkan sebuah alat ukur strategis sekaligus mengidentifikasi hambatan guna menyusun strategi perbaikan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Kadis Suharta.
Ia berharap 10 badan publik yang mengikuti proses monitoring dan evaluasi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, baik dari sisi teknis maupun substantif. Dengan demikian, berbagai solusi dapat dirumuskan sehingga predikat Kabupaten Informatif yang telah diraih Buleleng dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Di sisi lain, Ketua KI Bali, Dewa Nyoman Suardana, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjalankan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Kabupaten Informatif menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola informasi yang transparan.
Apresiasi juga diberikan atas keterlibatan Pemkab Buleleng dalam Program Desa Transparan KI Bali yang telah dilaksanakan beberapa pekan sebelumnya. Program tersebut dinilai memperkuat budaya keterbukaan informasi hingga tingkat desa.
Pada Monev tahun ini, KI Bali memberikan perhatian lebih pada aspek partisipasi masyarakat selain indikator akuntabilitas dan transparansi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan informasi publik secara menyeluruh.
“Kami mendorong informasi yang berkualitas. Setelah Monev, nanti pada proses visitasi kami akan berikan masukan-masukan terhadap Badan Publik yang sekiranya dinilai memiliki hambatan. Sehingga ke depannya seluruh Badan Publik di Buleleng mampu menyandang predikat Badan Publik Informatif,” pungkasnya.(adv/gb)





