spot_img
spot_img
BerandaOpini dan ArtikelUmat Hindu dan Spirit Toleransi dalam Kehidupan Berbangsa

Umat Hindu dan Spirit Toleransi dalam Kehidupan Berbangsa

GATRABALI.COM, DENPASAR

Pendahuluan

Indonesia adalah negeri yang lahir dari keberagaman. Beragam suku, bahasa, budaya, dan agama hidup berdampingan di bawah satu atap kebangsaan. Dalam kenyataan seperti itu, toleransi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap harmonis. Bagi umat Hindu, semangat toleransi bukanlah sesuatu yang asing, sebab nilai-nilai penghormatan terhadap perbedaan telah tertanam kuat dalam ajaran suci Veda dan susastra Hindu lainnya. Inti pesan yang hendak disampaikan tulisan ini sederhana: jangan pernah mempermasalahkan agama apa pun, karena sejatinya tujuan semua agama adalah sama — seperti mendaki sebuah gunung dari arah yang berbeda-beda, tetapi menuju puncak yang satu.

LANDASAN SLOKA: SEMUA JALAN MENUJU TUHAN

Landasan teologis toleransi dalam Hindu tertuang dengan indah dalam Bhagavad Gītā:

ye yathā mām prapadyante

tāms tathaiva bhajāmy aham

mama vartmānuvartante

manuṣyāḥ pārtha sarvaśaḥ

“Jalan mana pun yang ditempuh manusia ke arah-Ku, semuanya Ku-terima dengan sama; sejatinya dari mana-mana semua mereka menuju jalan-Ku.”[1]

Sloka tersebut menegaskan bahwa jalan apa pun yang ditempuh manusia untuk menuju Tuhan senantiasa diterima-Nya. Tuhan tidak membeda-bedakan keyakinan atau jalan apa pun yang dianut dan diyakini, asalkan tujuannya adalah menuju Tuhan. Penegasan ini sejalan dengan wahyu tertua dalam Veda yang menyatakan bahwa kebenaran itu satu, namun para bijaksana menyebutnya dengan banyak nama.[2]

Baca Juga  Makna Energi Uang: Ketika Nilai Tidak Selalu Diukur dari Angka

ANALOGI MENDAKI GUNUNG

Keberagaman agama dapat diibaratkan seperti mendaki sebuah gunung dari berbagai arah. Orang yang mendaki dari arah barat mungkin menempuh jalur yang penuh hutan dan jurang; yang mendaki dari arah timur menghadapi medan berpasir dan bebatuan; demikian pula yang datang dari arah selatan dan utara, masing-masing dengan tantangannya sendiri. Perbedaan arah sejatinya bukanlah masalah, karena tujuan mereka sama: mencapai titik puncak, yaitu Tuhan yang satu.

Perbedaan arah juga berarti perbedaan cara berjalan. Memanjat tebing tentu berbeda dengan menelusuri medan bebatuan dan pasir. Demikian pula agama-agama: setiap agama memiliki cara dan jalannya masing-masing sesuai dengan tradisi, adat, dan kepercayaannya. Ada yang menempuh jalan bakti, ada yang melalui pengetahuan, ada pula yang melalui karma dan pelayanan. Semua sah dan bermartabat, sebab sejatinya tujuan kita sama, yakni Tuhan yang satu. Maka dari itu, jangan pernah menjelek-jelekkan atau menghina agama orang lain, karena sesungguhnya menghina jalan orang lain sama artinya dengan tidak memahami hakikat perjalanan kita sendiri.

NILAI-NILAI HINDU PENOPANG TOLERANSI

Selain Bhagavad Gītā IV.11, ajaran Hindu kaya akan nilai yang menopang spirit toleransi. Ajaran Tat Twam Asi mengajarkan bahwa “engkau adalah aku” — menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri, dan menolong orang lain berarti menolong diri sendiri.[3] Ajaran Vasudhaiva Kutumbakam menegaskan bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga, sehingga tidak ada alasan untuk memandang pemeluk agama lain sebagai lawan.[4] Demikian pula konsep Tri Hita Karana mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), dengan sesama manusia (pawongan), dan dengan alam lingkungan (palemahan). Kerukunan antarumat beragama merupakan wujud nyata dari harmoni pawongan tersebut.

Baca Juga  Pembuktian Adanya Reinkarnasi dalam Kehidupan Manusia Sebagai Salah Satu Fondasi Ajaran Agama Hindu

TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA

Spirit toleransi Hindu selaras dengan jati diri bangsa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika sendiri lahir dari susastra Hindu-Buddha Nusantara, yakni Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, yang menyatakan “berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua”.[5] Negara pun menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.[6]

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Hindu diajak mewujudkan toleransi secara nyata: saling menghormati saat umat lain menjalankan ibadah, menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal, tidak menyebarkan ujaran kebencian atas nama agama, serta bergotong royong tanpa memandang latar belakang keyakinan. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan teguh pada keyakinan sendiri sambil menghormati keyakinan orang lain.

PENUTUP

Jalan mana pun yang ditempuh manusia menuju Tuhan, semuanya diterima-Nya dengan sama. Agama-agama ibarat jalur-jalur pendakian yang berbeda arah dan berbeda cara, namun menuju puncak yang satu. Karena itu, jangan pernah mempermasalahkan, menjelek-jelekkan, apalagi menghina agama apa pun, karena sejatinya tujuan semua agama adalah sama: mengantarkan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan meneguhkan spirit toleransi ini, umat Hindu turut merawat kerukunan dan keutuhan bangsa, mewujudkan kehidupan berbangsa yang santhi — damai lahir dan batin.

Baca Juga  Kuningan Sebagai Ruang Spiritualitas

Om Santhi, Santhi, Santhi, Om

[1] Bhagavad Gītā IV.11. Terjemahan berdasarkan G. Pudja, Bhagavad Gītā (Pancama Veda), Surabaya: Paramita, 1999.

[2] Ṛgveda I.164.46: “Ekam sat viprā bahudhā vadanti” — Tuhan itu satu, tetapi para bijaksana menyebut-Nya dengan banyak nama.

[3] Chāndogya Upaniṣad VI.8.7. Ajaran “Tat Twam Asi” berarti “engkau adalah itu/aku”, dasar etika kesetaraan dan kasih sayang dalam Hindu.

[4] Mahā Upaniṣad VI.72: “Vasudhaiva Kutumbakam” — seluruh dunia adalah satu keluarga.

[5] Mpu Tantular, Kakawin Sutasoma, pupuh 139 bait 5: “Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” — berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua.

[6] Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 29 ayat (2).

Oleh: Dr. I Ketut Sudira, SH.,MH

Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar

Dosen Fakultas Hukum Unidiknas Denpasar

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments