spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungBali Jadi Tuan Rumah APDT 2026, Gubernur Koster Ajak Dunia Perkuat Kolaborasi...

Bali Jadi Tuan Rumah APDT 2026, Gubernur Koster Ajak Dunia Perkuat Kolaborasi Energi Berkelanjutan

GATRABALI.COM, BADUNG – Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah forum internasional. Kali ini, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 yang berlangsung di Hotel The Westin, Nusa Dua, Badung, Rabu, 5 Agustus 2026.

Sekitar 800 peserta dari 39 negara hadir dalam konferensi yang membahas perkembangan teknologi pengeboran dan masa depan sektor energi tersebut.

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi internasional. Ia menegaskan bahwa Bali dikenal dunia bukan hanya karena panorama alamnya, tetapi juga karena keberhasilannya menjaga budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal di tengah pesatnya perkembangan global.

“Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di dunia. Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, penyelenggaraan APDT 2026 memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi ruang berbagi teknologi dan inovasi di sektor energi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian Bali melalui sektor pariwisata dan jasa.

Koster mengatakan kehadiran ratusan peserta dari berbagai negara ikut mendorong tingkat hunian hotel, aktivitas usaha, hingga perputaran ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Koster Perkuat Diplomasi Bali–Bulgaria Melalui Kolaborasi Budaya dan Pendidikan

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya penting bagi industri energi dan teknologi pengeboran. Kehadiran Anda juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, kegiatan usaha, dan sektor pariwisata. Terima kasih karena telah berkontribusi terhadap pariwisata Bali,” katanya.

Dalam paparannya, Koster menjelaskan bahwa Bali masih menjadikan sektor pariwisata sebagai penopang utama perekonomian daerah. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui jalur udara telah melampaui tujuh juta orang atau hampir setengah dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Dari aktivitas tersebut, Bali memberikan kontribusi devisa yang signifikan bagi negara.

“Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Karena sektor pariwisata menyumbang sekitar 66 persen terhadap struktur ekonomi Bali, pemerintah daerah terus memperkuat kebijakan pembangunan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

Koster menyebut arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana, yang menjadi pedoman pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Baca Juga  Surya Dharma Ukir Prestasi Internasional, Gubernur Koster Siap Dukung Masa Depannya

“Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan, berbagai program terus dijalankan untuk mewujudkan visi tersebut, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan plastik sekali pakai, pengembangan pertanian organik, hingga percepatan transisi menuju energi bersih.

Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik serta membatasi pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon.

“Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Meski mengedepankan aspek lingkungan, Koster menilai kebutuhan energi tetap menjadi prioritas yang harus dipenuhi. Karena itu, ia berharap APDT 2026 mampu menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung ketahanan energi sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Baca Juga  Jembatan Suwung Lemo Resmi Dibuka, Bupati Badung Tegaskan Komitmen Layani Kebutuhan Warga

“Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan berbagai inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan. Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan energi masyarakatnya terpenuhi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.

Menutup sambutannya, Koster berharap sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan pelaku usaha yang terbangun melalui APDT dapat melahirkan solusi baru bagi sektor energi dunia.

“Semoga Indonesia semakin maju, khususnya di bidang energi, dan kerja sama internasional seperti APDT ini terus menghasilkan inovasi yang membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia,” tutup Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Secretary-in-Charge ASEAN Council on Petroleum & Energy (ASCOPE), Henricus Herwin, menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam memperkuat ketahanan energi kawasan ASEAN.

President Dynamic Drilling sekaligus anggota IADC Executive Committee, Manav Kumar Agarwal, menilai inovasi teknologi menjadi kunci menghadapi tantangan industri pengeboran, mulai dari efisiensi operasional hingga pengurangan emisi karbon.

Sementara Deputy CEO PT Pertamina Hulu Energi, Virano G. Nasution, menyebut APDT 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan mempercepat transformasi industri energi menuju masa depan yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments