spot_img
BerandaBaliOmzet Pegadaian Bali Nusra Tembus Rp32,49 Triliun, Emas jadi Motor Akselerasi

Omzet Pegadaian Bali Nusra Tembus Rp32,49 Triliun, Emas jadi Motor Akselerasi

GATRABALI.COM, DENPASAR – Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar mencatatkan omzet sebesar Rp32,49 triliun hingga 15 September 2026, dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp109,82 miliar.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto mengatakan capaian tersebut tumbuh 39,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy).

“Kinerja tersebut menunjukkan tingginya aktivitas nasabah dan kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan Pegadaian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra),” kata Edy didampingi Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VII Denpasar I Made Suasmarajaya di Denpasar, pada Kamis, 17 September 2026.

Omzet PT Pegadaian yang mewilayahi Bali Nusra mencapai Rp32,49 triliun itu utamanya didukung oleh produk Kredit Cepat Aman/KCA (Gadai Reguler) dengan omzet sebesar 25,28 triliun (kontribusi 77,80 persen) dengan pertumbuhan 38,10 persen (yoy).

Baca Juga  Tronton Hantam Mobil Travel di Jembrana, Kendaraan Alami Rusak Parah

Selanjutnya juga didukung melalui ekosistem Emas dengan omzet Rp2,58 triliun (kontribusi 7,94 persen). Untuk pertumbuhannya mencapai 84,75 persen. Ekosistem emas ini meliputi tabungan dan cicil emas, perdagangan emas, deposito emas hingga pembiayaan modal kerja berbasis emas. “Dengan melihat capaian tersebut, dapat kita lihat bahwa KCA menjadi tulang punggung dan Emas menjadi motor akselerasi,” ucap Edy.

Selebihnya, omzet Pegadaian Kanwil VII Denpasar ini juga didukung oleh produk Rahn (Syariah), Krasida, Kupedes dan Arrum.

Baca Juga  OJK Bali Dorong Penguatan Satgas PASTI, Tangkal Ancaman Keuangan Ilegal di Daerah

Hingga September 2026, Pegadaian Kanwil VII mencatat ada sekitar 1,87 juta nasabah aktif dan Pegadaian juga membukukan laba sekitar Rp1,15 triliun.

Edy menambahkan, berbagai pertumbuhan tersebut tetap dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas pembiayaan. “Yang kami jaga adalah pertumbuhan bisnis tetap prudent. Jadi bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi kualitas kredit tetap terjaga,” ujarnya.

Pertumbuhan pembiayaan juga tidak hanya berasal dari kebutuhan konsumtif. Edy menyebut karakter ekonomi Bali yang banyak ditopang sektor usaha, perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif membuat pembiayaan Pegadaian banyak digunakan untuk kebutuhan produktif.

Waspada Penipuan

Di sisi lain, Edy mengatakan saat ini tingkat literasi keuangan masyarakat masih sekitar 50 persen. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan telah berada di atas 80 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah cukup luas, tetapi pemahaman terhadap berbagai produk keuangan masih perlu diperkuat.

Baca Juga  Pemprov Bali Umumkan Upah Minimum 2025, Badung Capai Rp3,5 Juta

Pihaknya melihat Milenial dan Gen Z menjadi kelompok yang mulai banyak mengenal investasi sehingga menjadi peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi emas.

Namun, Edy mengingatkan agar peningkatan minat masyarakat terhadap investasi emas hendaknya diikuti dengan kewaspadaan. “Waspadai penipuan yang mengatasnamakan investasi maupun transaksi emas,” ujarnya sembari mengajak agar melakukan pembelian emas melalui tempat yang terpercaya.(ism/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments