GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya meningkatkan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Sosialisasi Literasi Keuangan dalam rangka Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buleleng Tahun 2026, Selasa (3/11/2026).
Sosialisasi yang digelar secara virtual tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., yang juga menyampaikan keynote speech. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama TPAKD Kabupaten Buleleng dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta melibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pihak sekuritas.
Dalam penyampaiannya, Gede Suyasa mengingatkan pentingnya pemahaman keuangan di tengah maraknya berbagai tawaran dan praktik keuangan ilegal. ASN, menurutnya, perlu mewaspadai pinjaman online ilegal, judi online, serta investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Kurangnya pengetahuan mengenai produk dan layanan keuangan dapat meningkatkan risiko seseorang mengambil keputusan yang berujung pada kerugian finansial.
“ASN harus semakin cermat dan bijak dalam mengelola keuangan. Jangan mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan tidak masuk akal ataupun terjebak pinjaman online ilegal. Pastikan setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan memiliki legalitas serta berada dalam pengawasan otoritas terkait,” tegasnya.
Gede Suyasa juga menjelaskan bahwa masalah keuangan pribadi yang tidak tertangani dengan baik dapat memengaruhi fokus dan kinerja ASN dalam melaksanakan tugas. Dampaknya juga berpotensi menghambat pencapaian target pembangunan daerah serta memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, pengelolaan keuangan yang baik dinilai penting untuk mendukung profesionalisme ASN dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai penyusunan rencana kebutuhan, pengelolaan pendapatan, pemilihan layanan keuangan digital yang legal dan aman, strategi berinvestasi secara cerdas, serta persiapan finansial untuk menghadapi masa pensiun.
Narasumber dari OJK, BEI, dan pihak sekuritas turut memberikan penjelasan tentang risiko investasi ilegal. Peserta juga diajak memahami pentingnya memeriksa informasi dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan keuangan. Sosialisasi ini diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Buleleng berharap para ASN dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus menerapkan kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan perencanaan yang matang dan keputusan finansial yang bertanggung jawab, ASN diharapkan mampu menghindari praktik keuangan ilegal, memperkuat kondisi ekonomi keluarga, serta mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera.(adv/gatrabali)


