GATRABALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Bali Periode 2024–2029 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Minggu, 15 Juni 2025.
Dalam pengukuhan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku jasa boga dan petani lokal untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di Bali.
“APJI punya posisi strategis sebagai penghubung antara petani dan industri pariwisata. Sudah saatnya hasil panen lokal kita menjadi primadona di hotel dan restoran,” tegas Giri Prasta dalam sambutannya.
Ia menyoroti pentingnya mempertahankan cita rasa kuliner khas Bali dengan bumbu genap (base) serta memanfaatkan sayur dan buah lokal dari pertanian hidroponik maupun green house. Menurutnya, produk lokal harus mendapat prioritas mutlak dalam rantai pasok kebutuhan kuliner di Bali.
“Impor hanya jadi pilihan terakhir. Kita harus bantu petani kita agar tidak lagi dikuasai tengkulak. Pemerintah siap turun tangan dalam mendukung kolaborasi ini,” ujarnya.
Giri Prasta juga menginstruksikan APJI untuk segera melakukan pemetaan permasalahan di lapangan, baik di sektor pertanian maupun jasa boga.
Ia berharap kepengurusan baru ini dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan sistem distribusi pangan lokal yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Segera kerja konkret. Identifikasi persoalan, buat strategi, dan bangun komunikasi yang solid dengan pemangku kepentingan. APJI harus hadir sebagai solusi,” tandasnya.
Ketua Umum DPP APJI, Ny. Tashya Megananda Yukki, menyebut sektor makanan dan minuman saat ini tumbuh pesat dengan kontribusi signifikan terhadap PDB sektor nonmigas, yakni sebesar 6,92% dan pertumbuhan 6,4%. Ia menegaskan bahwa APJI akan terus menjaga eksistensi kuliner lokal di tengah terpaan modernisasi global.
“Kuliner lokal bukan hanya soal rasa, tapi juga identitas dan kekuatan ekonomi. Kami juga siap mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD APJI Bali yang baru, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, menyatakan komitmennya dalam menjaga kualitas kuliner Bali agar tetap higienis dan aman, terutama untuk wisatawan asing.
“Stigma seperti ‘Bali Belly’ harus kita hapuskan. APJI akan menjaga agar kuliner Bali tidak hanya lezat, tapi juga aman dan membanggakan,” pungkasnya.(gus/gb)





