GATRABALI.COM, BADUNG – Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis dengan menyasar masyarakat di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang dipusatkan di Wantilan Subak Blahkiuh, Kabupaten Badung, pada Minggu, 15 Juni 2025.
Sosialisasi program MBG kali ini dihadiri ratusan perwakilan masyarakat di Kabupaten Badung yang begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani menyampaikan kegiatan sosialisasi program MBG telah dilaksanakan sejak Januari 2025 dengan menyasar berbagai daerah di Provinsi Bali.
“Tantangan memang cukup berat, tetapi saya dan mitra kerja akan terus menyosialisasikan karena tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Tutik.
Menurut Tutik, untuk mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045, harus diupayakan dari sekarang dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, berkualitas, sehat dan bahagia. Program MBG ini merupakan upaya untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Yang menerima manfaat dari program MBG ini adalah anak-anak kita, generasi penerus kita. Dengan mereka sehat, maka khususnya Kabupaten Badung dan Provinsi Bali juga masyarakatnya akan lebih sejahtera,” ucap Srikandi Fraksi Demokrat DPR RI ini.
Tak saja bermanfaat dari sisi kesehatan, MBG yang merupakan program andalan dari Presiden Prabowo Subianto ini sekaligus dapat menumbuhkan ekonomi lokal.
“Bayangkan kalau setiap dapur MBG itu setiap harinya dapat memasak untuk 3.000-3.500 penerima manfaat, berapa telur, daging dan sayuran dari petani yang akan terserap? Mari kita manfaatkan program MBG ini dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, di Bali dibutuhkan total 212 dapur MBG, namun sampai saat ini baru dapat diwujudkan sebanyak 21 dapur MBG.

Sementara itu, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Dr. Gunalan AP, MSi., menyampaikan program MBG yang sudah dilaksanakan sejak 6 Januari 2025 merupakan program strategis dari pemerintah yang perlu terus dikampanyekan dan disosialisasikan pada masyarakat.
“Sasaran utama program ini tak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Bersama Komisi IX DPR yang merupakan mitra kerja, kami ingin terus menyosialisasikan program MBG ini secara masif kepada masyarakat,” ucapnya.
Program MBG, lanjut dia, bertujuan untuk menurunkan angka stunting, mengatasi permasalahan gizi ganda, mengatasi ketimpangan akses pangan bergizi, maupun ketidakstabilan ekonomi dan kemiskinan. Mengutip data dari Kementerian Kesehatan, tercatat 41 persen anak-anak Indonesia itu pergi ke sekolah tidak sarapan sehingga berakibat mereka sulit berkonsentrasi menerima pelajaran.
“Tahun 2045 memang masih jauh, tetapi mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus disiapkan dari sekarang. Apalagi berdasarkan data BPS, nantinya akan ada bonus demografi dan kenaikan usia produktif pada tahun 2030. Kalau dari sekarang sudah diberikan program MBG, maka diharapkan mereka bisa menjadi anak yang tinggi dan sehat,” kata Gunalan.
Program MBG, tambah dia, juga bermanfaat secara ekonomi.
“Setiap satu dapur MBG dapat menciptakan 15 pengusaha baru. Teman teman KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) kami harapkan bisa mendorong masyarakat untuk ikut menanam sayur dan memelihara ternak. Program MBG ini membuka pasar baru bagi petani, peternak dan nelayan,” ujar Gunalan.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Badung I Made Adi Adnyana mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi MBG yang telah menyapa masyarakat di Kabupaten Badung.
“Setelah sosialisasi ini kami harapkan masyarakat yang menjadi peserta sosialisasi bisa mendapatkan cukup informasi terkait program MBG, untuk disosialisasikan lebih luas. Dengan demikian, bisa mendapatkan manfaat, serta apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan untuk mendukung program MBG yang memang membutuhkan banyak produk pertanian,” kata Adi Adnyana.(ism/gb)





