GATRABALI.COM, JAWA BARAT – Astra terus memperluas kontribusi sosialnya melalui penguatan kualitas hidup masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyerahan Rumah Layak Huni (RLH) serta peluncuran EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Kamis (28/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Astra dalam menghadirkan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat sekaligus membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal di wilayah desa binaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Penyusunan Sistem Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian PKP RI R. Haryo Bekti Martoyoedo, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Isma Andini Prihati, Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB Handian Purwawangsa, Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, serta Ketua Pengurus Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra Rahmat Samulo.
Dalam agenda tersebut, Astra menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat sekaligus melakukan groundbreaking pembangunan rumah baru untuk masyarakat binaan Desa Sejahtera Astra di Garut.
“Program Rumah Layak Huni Astra merupakan bagian dari komitmen Astra dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Astra berharap setiap rumah yang dibangun dapat menjadi ruang tumbuh bagi mimpi, harapan, dan kebersamaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
Pada tahun 2025, Astra menargetkan pembangunan Rumah Layak Huni bagi petani Hutan Karbon Produktif di kawasan Desa Sejahtera Astra. Hingga saat ini, total 250 unit rumah telah terealisasi, terdiri atas 165 unit di Banyumas dan 85 unit di Garut.
Khusus di Kabupaten Garut, penyerahan Rumah Layak Huni dilakukan di empat desa, yakni Desa Telaga Wangi, Desa Marga Mulya, Desa Jayamekar, dan Desa Cikandang.
Selain pembangunan hunian, Astra juga meluncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut sebagai pusat pengolahan kopi terpadu yang menghubungkan petani, koperasi, hingga buyer dalam satu rantai usaha.
Program tersebut melibatkan sekitar 3.000 petani kopi dengan luas lahan lebih dari 1.500 hektare dan kapasitas produksi mencapai ratusan ton green bean kopi. EcoBiz nantinya juga diarahkan menjadi pusat edukasi, wisata pembelajaran, dan pengembangan kolaborasi lintas sektor.
Sejak tahun 2020, Astra bersama IPB University telah menjalankan pembinaan berbasis komoditas kopi di Desa Sejahtera Astra Garut. Dari program tersebut lahir dua koperasi, yakni Koperasi Produsen Kopi Mandalagiri dan Koperasi Al-Bayyinah Sejahtera.
Kedua koperasi tersebut berfokus pada pengembangan usaha kopi, pemberdayaan kelompok tani hutan, serta pengembangan agroforestry melalui penanaman hutan produktif seluas sekitar 1.400 hektare.
Saat ini, program Desa Sejahtera Astra di Garut mencakup 10 desa binaan yang terintegrasi dengan program Hutan Karbon dan Rumah Layak Huni. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 4.000 masyarakat, meningkatkan pendapatan warga hingga 328 persen, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Produk kopi binaan Desa Sejahtera Astra Garut juga telah berhasil menembus pasar ekspor Eropa.
Langkah Astra dalam menghadirkan hunian layak dan penguatan ekonomi desa ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.(ri/gb)





