GATRABALI.COM, BULELENG – Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga terus dilakukan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng melalui kegiatan sosialisasi mengenal alergi pada anak yang digelar di Gedung PLUT, Jumat, 29 Mei 2026.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta karena menghadirkan edukasi praktis terkait pencegahan dan penanganan alergi pada anak.
Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, mengatakan edukasi kesehatan keluarga sangat penting bagi para ibu, terutama dalam memahami berbagai gejala alergi yang sering dialami anak sejak usia dini.
Menurutnya, alergi dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti ruam merah dan gatal pada kulit, bersin-bersin, hidung tersumbat, gangguan pencernaan, hingga reaksi berat seperti anafilaksis yang membutuhkan penanganan medis segera.
“Kami harap melalui kegiatan ini, para anggota DWP Kabupaten Buleleng semakin memahami pentingnya edukasi kesehatan keluarga serta mampu menerapkan langkah pencegahan dan penanganan alergi anak secara tepat demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, dr. I Gede Kade Dwi Dharma Kayika selaku narasumber menjelaskan bahwa alergi pada anak terjadi akibat reaksi berlebihan sistem imun terhadap zat tertentu yang disebut alergen. Faktor keturunan maupun lingkungan sekitar disebut menjadi pemicu utama munculnya alergi.
“Deteksi dini dan mengenali pemicu alergi menjadi langkah penting agar kondisi anak dapat ditangani dengan tepat dan tidak berkembang menjadi lebih serius,” jelas dr. Kade Dwi.
Ia juga memaparkan sejumlah jenis alergi yang umum dialami anak, di antaranya alergi makanan seperti susu sapi, telur, kacang-kacangan, gandum, dan seafood. Selain itu, terdapat dermatitis atopik atau eksim, alergi debu dan bulu hewan, hingga asma alergi yang dapat menyebabkan sesak napas.
Para orang tua diimbau untuk lebih cermat memperhatikan pola makanan maupun aktivitas yang dapat memicu reaksi alergi pada anak. Jika gejala alergi muncul berulang atau sulit diketahui penyebabnya, konsultasi medis sangat dianjurkan.
Selain penanganan medis menggunakan antihistamin sesuai anjuran dokter, pemenuhan gizi seimbang juga menjadi perhatian penting agar pertumbuhan anak tetap optimal meskipun memiliki alergi tertentu.(adv/gb)





