GATRABALI.COM, GARUT — Program pemberdayaan desa yang dijalankan Astra kembali menunjukkan hasil nyata. Di Kecamatan Cikajang, para petani kopi merasakan perubahan signifikan setelah wilayah mereka dibina melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA).
Langkah Astra memperkuat sektor kopi lokal tidak hanya berhenti pada pelatihan budidaya, tetapi juga mencakup manajemen usaha, peningkatan kualitas pascapanen, dan perluasan jaringan pemasaran. Hasilnya, pendapatan petani meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelum pendampingan dilakukan.
Kopi Garut yang dihasilkan pun semakin dikenal di luar negeri. Produk olahan petani Cikajang telah rutin diekspor ke sejumlah negara, termasuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Keberhasilan ini menempatkan kopi Garut sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki daya saing global.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menekankan bahwa program DSA dirancang untuk membuka potensi ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Ketika masyarakat desa dapat mengelola potensinya dengan baik, manfaatnya bukan hanya untuk individu, tapi juga untuk kemajuan daerah. Itulah yang ingin kami dukung,” ujarnya pada Jumat (12/12/2025).
Salah satu tokoh penting di balik transformasi ini adalah Bernard Suryanto Langoday, pendamping lapangan yang terus mengawal proses penguatan petani. Melalui pendekatan berbasis komunitas, ia membantu warga memahami standar kualitas kopi dunia hingga strategi memperluas jangkauan pasar.
Kini, puluhan keluarga petani mulai merasakan dampak pemberdayaan tersebut. Generasi muda Cikajang pun semakin tertarik untuk terlibat dalam industri kopi yang terus berkembang.
Program DSA akan terus diperluas ke wilayah lain sebagai bagian dari komitmen Astra mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan pencapaian SDGs.(ri/gb)





