GATRABALI.COM, DENPASAR – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan perlunya penguatan pembinaan secara berjenjang hingga tingkat desa guna mempercepat implementasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Hal itu disampaikannya saat membuka Bina Posyandu Angkatan ke-2 Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Senin (13/4/2026).
Dalam sambutannya, Putri Koster menyampaikan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang pelayanan dasar yang lebih luas. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kapasitas kader dan penguatan sistem pembinaan di semua tingkatan.
“Transformasi ini membutuhkan pemahaman yang utuh dari seluruh Tim Pembina Posyandu. Pembinaan tidak boleh berhenti di kabupaten atau kecamatan, tetapi harus sampai ke kader di desa,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM sangat bergantung pada sinergi dan kesiapan para pembina di daerah. Menurutnya, peran aktif seluruh unsur sangat diperlukan agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan Bina Posyandu Angkatan ke-2 ini diikuti 111 peserta dari Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar, yang terdiri dari unsur pembina Posyandu di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
Putri Koster berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak di wilayah masing-masing, khususnya dalam menyebarluaskan pemahaman dan memperkuat kapasitas kader Posyandu di lapangan.
“Peserta diharapkan mampu melanjutkan pembinaan secara aktif di daerahnya, sehingga pelaksanaan Posyandu 6 SPM benar-benar berjalan hingga tingkat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Ni Komang Sriani menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 April 2026, dengan berbagai materi penguatan.
Materi pelatihan meliputi percepatan implementasi enam bidang SPM berdasarkan regulasi terbaru, pendalaman kebijakan, serta strategi integrasi program dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Narasumber berasal dari perangkat daerah terkait di Pemerintah Provinsi Bali yang membidangi masing-masing sektor SPM, guna memastikan kesesuaian antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Bali berharap Posyandu dapat terus berkembang menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat yang lebih terintegrasi, kuat, dan berkelanjutan.(ism/gb)


