GATRABALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam kunjungan kerja ke BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat, 28 November 2025.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari Farmer to Farmer Visit Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) 2025 yang dipimpin langsung Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, H. Tabrani.
Dalam agenda tersebut, Mendesa Yandri dan Bupati Adi Arnawa meresmikan gedung baru BUMDes Genta Persada dan meninjau delapan unit usaha yang tengah dikembangkan sebagai diversifikasi bisnis desa.
Yandri Susanto mengumumkan bahwa Pengelola BUMDes Tibubeneng, Perbekel dan Direktur BUMDes akan menerima penghargaan BUMDes Inovatif dan Inspiratif pada Hari Desa Nasional, 15 Januari 2026 di Boyolali.
Ia menilai capaian itu merupakan bukti nyata keberhasilan desa dalam membangun ekosistem ekonomi yang profesional.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan desa-desa di Badung. Menurutnya, kunjungan Menteri Desa memperlihatkan pengakuan nasional terhadap kemajuan ekonomi lokal.
“BUMDes adalah instrumen penting untuk menguatkan struktur ekonomi desa. Kami mendorong BUMDes di Badung menjadi inovatif dan berbasis potensi lokal,” kata Arnawa.
Ia menjelaskan bahwa desa-desa di kawasan pariwisata seperti Tibubeneng, Canggu, Pererenan, dan Kutuh mengalami pertumbuhan signifikan. Namun percepatan pembangunan tetap memerlukan dukungan pusat.
Adi Arnawa juga mengapresiasi pencapaian BUMDes Genta Persada yang memiliki delapan unit usaha, menyerap hampir 50 tenaga kerja, serta menargetkan omzet hingga Rp1,5 miliar.
Mendes Yandri menilai BUMDes Tibubeneng sebagai contoh bagaimana desa dapat mengelola bisnis dengan standar modern dan berdaya saing.
Melalui TEKAD 2025, pemerintah mendorong pertukaran pengetahuan antar-desa untuk memperluas praktik inovatif ini.
“Potensi desa harus dikelola profesional. Tibubeneng menjadi contoh empiris dan bisa menjadi rujukan bagi daerah lain,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengembangan usaha desa melalui diversifikasi produk pertanian rumah tangga, wisata berbasis komunitas, serta model ekonomi mikro yang memperkuat partisipasi warga.
Menurutnya, Badung memiliki modal kuat berupa sosial, budaya, dan ekonomi untuk menjadi pusat replikasi BUMDes di tingkat nasional.
“Hasil kunjungan ini akan kami masukkan dalam rekomendasi kebijakan nasional ekonomi desa 2025–2026,” ujarnya.
Agenda ini turut dihadiri Dirjen H. Tabrani, Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya, serta perbekel Canggu dan Pererenan.(ri/gb)





