GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mengakselerasi penguatan sektor pertanian melalui dukungan alat mekanisasi dan pembenahan infrastruktur irigasi.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi menuju kemandirian pangan daerah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyerahkan langsung bantuan berupa 5 unit traktor roda dua 6,5 PK serta 10 paket pemeliharaan irigasi tersier dengan total anggaran Rp1 miliar, Jumat, 17 April 2026, di Halaman Kantor Bupati Buleleng.
Bantuan irigasi tersebut difokuskan pada jaringan pengairan di kawasan persawahan yang dikelola subak. Masing-masing paket senilai Rp100 juta dilaksanakan secara padat karya oleh kelompok tani sebagai upaya mempercepat perbaikan distribusi air.
Menurut Sutjidra, persoalan irigasi masih menjadi kendala utama yang menghambat optimalisasi hasil pertanian di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah menargetkan perbaikan puluhan saluran irigasi guna memastikan pasokan air ke lahan pertanian berjalan lancar.
“Perbaikan irigasi menjadi prioritas agar produktivitas pertanian meningkat dan target kemandirian pangan bisa tercapai,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Buleleng juga memperkuat kebijakan perlindungan lahan melalui penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Dalam kebijakan ini, lahan pertanian mendapatkan insentif pengurangan pajak hingga 90 persen guna mencegah alih fungsi lahan.
Sutjidra menegaskan, keberlangsungan produksi pangan sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah dan petani dalam menjaga lahan pertanian tetap produktif.
“Kami tidak akan memberikan izin alih fungsi lahan di kawasan KP2B. Ini penting untuk menjaga produksi beras tetap stabil,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan mampu menutup kesenjangan produksi yang selama ini terjadi akibat keterbatasan tenaga kerja dan infrastruktur.
Ia menyebut, sekitar 15 persen potensi produksi pertanian belum tergarap maksimal. Dengan adanya alsintan dan perbaikan irigasi, hambatan tersebut diharapkan dapat ditekan.
Sementara itu, petani penerima bantuan mengaku dukungan pemerintah sangat membantu, terutama dalam meningkatkan efisiensi kerja dan menjaga keberlanjutan produksi.
Mereka berharap bantuan serupa, termasuk penyediaan bibit, pupuk, dan perbaikan irigasi, terus dilanjutkan.(adv/gb)





