GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggairahkan festival tingkat kecamatan yang sempat lama tidak digelar. Program ini diinisiasi Bupati I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna sebagai langkah mendorong kebangkitan seni budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Gerokgak Festival yang berlangsung di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Jumat (10/4/2026), menjadi pembuka rangkaian festival serupa yang akan digelar di seluruh kecamatan di Buleleng.
Kegiatan tersebut langsung disambut meriah oleh masyarakat. Sejak sore hari, warga memadati lokasi acara untuk menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional. Di sisi lain, kehadiran stan UMKM dengan beragam produk lokal turut menjadi daya tarik tersendiri.
Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa festival ini merupakan bentuk respon atas kerinduan masyarakat terhadap kegiatan budaya yang telah lama vakum. Ia menilai antusiasme warga pada pelaksanaan perdana ini sangat tinggi.
“Ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan sekaligus menghidupkan potensi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, festival kecamatan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya serta ruang bagi masyarakat untuk menampilkan identitas lokalnya.
Selain itu, keterlibatan pelaku UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan kreativitas masyarakat yang patut terus didukung.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memperkenalkan potensi unggulan masing-masing wilayah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar Kecamatan Gerokgak yang dinilai mampu berkembang, baik di sektor budaya maupun ekonomi kreatif. Festival ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi tersebut secara lebih luas.
Bupati Sutjidra turut mengapresiasi sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Ke depan, festival kecamatan direncanakan menjadi agenda rutin yang digelar bergilir di seluruh wilayah Buleleng, dengan harapan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat.(adv/gb)





