spot_img
spot_img
BerandaBaliBuleleng Perkuat Ketangguhan Masyarakat, 1.040 Warga Ikuti Simulasi Bencana di Seririt

Buleleng Perkuat Ketangguhan Masyarakat, 1.040 Warga Ikuti Simulasi Bencana di Seririt

GATRABALI.COM, BULELENG — Kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana di Kecamatan Seririt kembali diperkuat melalui pelaksanaan Simulasi Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang digelar di Lapangan Umum Seririt, Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan ini melibatkan 1.040 peserta yang berasal dari delapan desa dan kelurahan, yakni Desa Pengastulan, Patemon, Bubunan, Sulanyah, Ularan, Ringdikit, Lokapaksa, serta Kelurahan Seririt.

Simulasi ini menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat dalam memahami mekanisme evakuasi, mitigasi, serta respons cepat saat terjadi bencana.

Baca Juga  Pemerintah Buleleng Tingkatkan Kualitas PAUD dan PNF melalui Gebyar Pendidikan

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi oleh LPBI NU, dengan dukungan berbagai pihak termasuk BNPB, BPBD, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta Kedutaan Besar Australia.

Perwakilan LPBI NU, Affan Asirozi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

“Kolaborasi ini dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana, baik alam maupun non-alam, termasuk risiko sosial yang juga perlu diantisipasi,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Raih Opini WTP 10 Kali Beruntun

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan berbasis wilayah. Ia menyebut Kabupaten Buleleng memiliki sejumlah potensi bencana yang harus diwaspadai bersama.

“Buleleng memiliki sembilan potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kekeringan, abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, hingga banjir bandang, serta potensi bencana sosial,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana di daerah rawan.

Baca Juga  Pasar Modal Indonesia Tetap Resilien Sepanjang 2024 di Tengah Tantangan Global dan Tahun Politik

Dari sisi peserta, Satya Dharma Arta dari Desa Sulanyah menilai simulasi ini memberikan pengalaman langsung yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif. Harapannya ke depan kolaborasi semua pihak semakin kuat agar masyarakat semakin siap menghadapi bencana,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan berharap kesadaran masyarakat Seririt terhadap risiko bencana semakin meningkat, sekaligus memperkuat ketangguhan komunitas dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana di masa mendatang.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments