spot_img
spot_img
BerandaBaliKolaborasi BPBD dan Mitra, Buleleng Siapkan Relawan Tangguh di Wilayah Rawan Bencana

Kolaborasi BPBD dan Mitra, Buleleng Siapkan Relawan Tangguh di Wilayah Rawan Bencana

GATRABALI.COM, BULELENG — Menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, Kabupaten Buleleng terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sebagai garda terdepan penanganan darurat.

Wilayah dengan karakter nyegara-gunung ini kembali menjadi fokus penguatan kapasitas melalui pelatihan relawan kebencanaan yang digelar di Wisma Nangun Kerti Bedugul, Desa Pancasari, Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pelatihan Relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB-API) dalam kerangka Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL).

Program ini diinisiasi oleh LPBI PBNU, bekerja sama dengan Pemerintah Australia, serta mendapat dukungan dari BPBD Kabupaten Buleleng. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan relawan dari tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seririt.

Baca Juga  Mahendra Jaya: Raperda Bali Disetujui, Dorong Kemudahan Berinvestasi dan Kesetaraan Gender

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesiapan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya peran relawan desa dalam merespons kondisi darurat, khususnya pada fase awal bencana.

“Inti kegiatan ini agar relawan tahu, mau, dan mampu. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan, dibagikan ke masyarakat, dan pada akhirnya relawan mampu menjadi garda depan saat terjadi bencana. Ini tugas kemanusiaan yang sangat mulia,” tegasnya.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kabupaten Buleleng memiliki potensi risiko bencana yang perlu diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas relawan diharapkan dapat terus diperluas ke wilayah lain agar kesiapsiagaan masyarakat semakin merata.

Baca Juga  Banjir Jadi Evaluasi, Pemkab Badung Fokus Normalisasi Sungai dan Perbaikan Infrastruktur

Sementara itu, Manager Program KANAL NU, Iswar Abidin, menjelaskan bahwa pelatihan relawan ini merupakan tindak lanjut dari kajian risiko bencana yang telah dilakukan sebelumnya di wilayah Seririt.

Hasil kajian menunjukkan perlunya keterlibatan langsung masyarakat dalam penanganan darurat, terutama sebelum bantuan dari luar wilayah tiba.

“Ada golden time saat bencana terjadi. Masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi harus mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pelatihan relawan menjadi sangat urgen,” ujarnya.

Baca Juga  Damkar Buleleng Dorong Relawan untuk Tangani Kebakaran Awal dengan Efektif

Ia menambahkan, Program KANAL dirancang secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari kajian risiko, penyusunan rencana penanggulangan bencana desa, pelatihan relawan, hingga simulasi evakuasi mandiri.

Tingginya antusiasme peserta terlihat dari dukungan sejumlah desa yang bahkan mengalokasikan dana desa secara mandiri untuk keberlanjutan kegiatan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader kebencanaan desa yang tangguh, inklusif, dan berdaya. Dengan melibatkan pemerintah desa, relawan, perempuan, serta kelompok disabilitas, Kabupaten Buleleng menegaskan langkah nyata menuju desa-desa yang lebih siap, mandiri, dan tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments