spot_img
spot_img
BerandaBaliDisabilitas Tak Lagi Jadi Penonton, BPBD Bali Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Sistem...

Disabilitas Tak Lagi Jadi Penonton, BPBD Bali Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Sistem Bencana

GATRABALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB), Kamis, 24 Oktober 2025, di Denpasar.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Program SIAP SIAGA, kemitraan Australia–Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana.

Dengan mengusung semangat “Nothing Without Us”, ULD-PB menjadi tonggak penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif, partisipatif, dan berbasis hak penyandang disabilitas.

Bali menjadi provinsi pertama di Indonesia yang secara resmi mengintegrasikan peran aktif penyandang disabilitas dalam setiap tahap penanggulangan bencana mulai dari perencanaan, pencegahan, tanggap darurat, hingga pemulihan.

Baca Juga  BPBD Bali Salurkan Bantuan Gotong Royong ASN untuk Korban Cuaca Ekstrem di Klungkung

“Kehadiran ULD-PB menjadi ruang bagi 11 organisasi disabilitas yang mewakili lebih dari 26 ribu penyandang disabilitas di Bali untuk berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan bencana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, SSTP., M.Si.

Teja menambahkan, pembentukan ULD-PB bukan sekadar simbol, melainkan langkah konkret untuk memastikan setiap warga, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas non-fisik, terlindungi dalam situasi bencana.

Peluncuran ULD-PB juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025. Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryoutomo, M.MB., mengapresiasi inisiatif Pemerintah Bali yang dinilainya telah menunjukkan arah baru dalam tata kelola penanggulangan bencana nasional.

Baca Juga  Koster-Giri Penuhi Undangan, Publik Nilai Ketidaksiapan Mulia-Pas

“Melalui pengarusutamaan inklusi disabilitas, sistem penanggulangan bencana akan menjadi lebih kuat dan manusiawi. Bali telah memberikan contoh nyata bahwa kebijakan harus hadir dari dan untuk semua,” ujar Pangarso.

Sementara itu, Acting Deputy Konjen Australia di Bali, Sophie Hanemayer, menyebut ULD-PB Bali sebagai hasil kolaborasi inspiratif antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan mitra internasional.

“Peluncuran ULD-PB ini menunjukkan komitmen nyata Bali dalam menciptakan penanggulangan bencana yang inklusif. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi praktik baik yang menginspirasi daerah lain,” katanya.

Baca Juga  Paskibraka Bali 2024 Mulai Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan untuk HUT ke-79 RI

Unit ini akan berfokus pada penguatan kapasitas komunitas disabilitas dalam kesiapsiagaan bencana, peningkatan aksesibilitas informasi, serta partisipasi bermakna dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, ULD-PB Bali diharapkan menjadi penggerak perubahan menuju sistem yang memastikan tidak ada satu pun kelompok yang tertinggal saat bencana melanda.

“Melalui dukungan Pemerintah Australia dan Program SIAP SIAGA, kami ingin memastikan penanggulangan bencana di Bali benar-benar inklusif dan berkeadilan,” pungkas Teja.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments